Jakarta, infojurnalis.com – Rakornas Pertanian menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan ekstrem tahun 2026. Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri langsung Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di kantor pusatnya, Jakarta, Senin (20/04/2026).
Rakornas Pertanian ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas prediksi kekeringan ekstrem oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta arahan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Amran Sulaiman menyampaikan langkah konkret menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Ia menegaskan bahwa swasembada beras merupakan target utama sesuai arahan Presiden RI dan harus segera diwujudkan.

Amran juga menyoroti kondisi global yang tengah menghadapi krisis pangan, energi, dan air. Ia menyebut angka kelaparan dunia terus meningkat, sementara Indonesia diharapkan mampu bertahan dan mandiri. Pemerintah, kata dia, berkomitmen tidak melakukan impor beras dalam empat tahun masa kepemimpinan Presiden.
Rakornas Pertanian ini diikuti kepala daerah dari berbagai wilayah sentra pertanian di Indonesia. Fokus utama pembahasan adalah penguatan produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menegaskan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut daerahnya memiliki potensi lahan luas yang bisa dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.
Menurut Franc, optimalisasi lahan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh daerah. Ia menekankan perlunya dukungan anggaran, teknologi, serta sumber daya dari pemerintah pusat agar target swasembada pangan dapat tercapai.
Rakornas Pertanian ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan krisis pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Pakpak Bharat.


