TikTok Aktifkan AI Blokir Akun Anak, Ribuan Pengguna Disapu Bersih

Info Jurnalis – TikTok mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk memblokir akun pengguna di bawah usia 13 tahun. Kebijakan ini menargetkan perlindungan anak dan kepatuhan hukum privasi digital.

TikTok akan menerapkan sistem ini pertama kali di seluruh Eropa. Platform tersebut menargetkan identifikasi dan penghapusan akun anak di bawah umur secara otomatis dan terstruktur.

AI TikTok Deteksi Usia Pengguna

TikTok mengembangkan sistem kontrol usia berbasis AI yang menganalisis beberapa indikator akun. Sistem ini membaca informasi profil, klip video yang diunggah, serta pola unggahan pengguna.

Data tersebut digunakan untuk memperkirakan apakah suatu akun dimiliki oleh anak di bawah 13 tahun. Sistem bekerja secara berlapis untuk meningkatkan akurasi.

Jika AI menandai suatu akun, moderator khusus akan melakukan peninjauan manual. Moderator menentukan apakah akun tersebut akan diblokir atau dipulihkan.

Tiktok

TikTok Klaim Komitmen Lindungi Anak

TikTok menegaskan komitmennya dalam membatasi akses anak di bawah usia minimum.

“Kami berkomitmen untuk mencegah anak-anak di bawah usia 13 tahun mengakses platform kami, memberikan pengalaman yang sesuai usia bagi remaja, dan terus mengevaluasi serta menerapkan berbagai solusi,” ujar pihak TikTok, Jumat (16/1).

Perusahaan menyatakan bahwa verifikasi usia berlapis penting untuk menjaga keselamatan remaja tanpa mengabaikan prinsip keamanan sejak tahap desain sistem.

Kerja Sama dengan Regulator Eropa

TikTok mengembangkan teknologi ini bersama Komisi Perlindungan Data Irlandia. Kerja sama tersebut menyesuaikan sistem dengan undang-undang privasi Eropa yang ketat.

Kebijakan ini melanjutkan program uji coba selama satu tahun di Eropa. Program tersebut berujung pada penghapusan ribuan akun anak di bawah umur.

TikTok Akui Sistem Tidak Sempurna

TikTok mengakui bahwa tidak ada teknologi deteksi usia yang sepenuhnya akurat.

“Meskipun telah dilakukan upaya terbaik, hingga saat ini belum ada metode yang disepakati secara global untuk secara efektif memverifikasi usia seseorang tanpa mengorbankan privasinya,” ungkap perusahaan.

Pengguna yang merasa akunnya dihapus secara keliru dapat mengajukan banding. TikTok menyediakan beberapa opsi verifikasi, seperti identitas resmi pemerintah, otorisasi kartu kredit, atau foto selfie untuk estimasi usia.

Tekanan Global terhadap Media Sosial Remaja

Peluncuran sistem AI ini terjadi di tengah pengetatan global terhadap penggunaan media sosial oleh remaja.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan konten berbahaya, termasuk konten terkait bunuh diri dan gangguan makan, dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan pada anak.

Pada tahun lalu, Australia menjadi negara pertama yang melarang media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.

Respons Industri Teknologi

Kebijakan Australia memicu reaksi dari Meta. Perusahaan tersebut menghapus 544.052 akun yang diduga milik anak di bawah 16 tahun di Instagram, Facebook, dan Threads dalam periode 4 hingga 11 Desember.

Meta meminta pemerintah Australia untuk bekerja sama dengan industri teknologi.

“Kami mendesak pemerintah Australia untuk bekerja sama secara konstruktif dengan industri untuk menemukan solusi yang lebih baik,” ujar perwakilan Meta.

Meta menilai pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan standar keamanan daring dan perlindungan privasi sesuai usia. Mereka juga memperingatkan potensi efek “whack-a-mole”, di mana remaja berpindah ke platform lain setelah diblokir.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news