BNN Bekali Agen Pemulihan, Perkuat Rehabilitasi Narkoba Berbasis Masyarakat

Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya rehabilitasi penyalahguna narkoba dengan membekali Agen Pemulihan (AP) melalui kegiatan pembekalan teknis menuju Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Berkelanjutan. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat BRMP Troa, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/03/2026).

Pembekalan tersebut menjadi langkah strategis BNN untuk memperluas akses layanan rehabilitasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan desa dan kelurahan yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian pembekalan yang berlangsung pada 10–13 Maret 2026. Para peserta merupakan petugas pendamping IBM dari BNN Provinsi serta BNN Kabupaten/Kota yang mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah.

Agen pemulihan

Deputi Rehabilitasi BNN RI, Bina Ampera Bukit, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas Agen Pemulihan sangat penting karena mereka berada di garis depan pelayanan rehabilitasi di masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Agen Pemulihan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan pemulihan secara lebih cepat dan mudah. Penguatan kemampuan para agen juga diharapkan mampu mendukung kebijakan Kepala BNN melalui program prioritas ANANDA Bersinar.

“Agen Pemulihan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan rehabilitasi berbasis masyarakat. Dengan penguatan kapasitas ini, layanan IBM diharapkan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Bina Ampera Bukit.

Sementara itu, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN, Syamsul Bahar, menjelaskan bahwa IBM Berkelanjutan merupakan strategi nasional untuk memperluas layanan pemulihan bagi penyalahguna narkoba dengan tingkat risiko ringan.

Ia menegaskan bahwa program ini menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama dalam proses pemulihan. Dengan dukungan pemerintah daerah, BNN, serta pemanfaatan kearifan lokal, unit IBM diharapkan mampu berkembang secara mandiri dan memberikan layanan rehabilitasi secara konsisten di tingkat komunitas.

Sejak tahun 2021, BNN telah membentuk 1.422 unit IBM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pembentukan unit ini bertujuan memperluas akses rehabilitasi melalui pendekatan low threshold, yaitu layanan yang mudah dijangkau masyarakat serta dijalankan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Melalui kegiatan pembekalan ini, para peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang konsep IBM Berkelanjutan serta strategi pendampingan bagi Agen Pemulihan di daerah masing-masing.

BNN berharap penguatan kapasitas tersebut dapat membuat layanan rehabilitasi berbasis masyarakat berjalan lebih berkelanjutan dan semakin mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan dari penyalahgunaan narkoba. (Red/Rel).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news