Medan, infojurnalis.com – Kasus begal di Kota Medan, Sumatera Utara dilaporkan mengalami penurunan signifikan selama bulan Ramadan. Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menyebut angka pencurian dengan kekerasan (curas) turun sebesar 14 persen dalam periode 100 hari terakhir.
Kasus begal turun 14 persen ini terjadi hingga pelaksanaan Operasi Ketupat. Penurunan tersebut dinilai cukup signifikan, mengingat sebelumnya kejahatan jalanan di Kota Medan tergolong tinggi dan meresahkan masyarakat.
Menurut Jean Calvijn Simanjuntak, sebelum adanya penekanan, laporan kasus begal bisa mencapai tiga kejadian dalam sehari. Bahkan di tingkat polsek, jumlah kasus dapat berkisar antara lima hingga delapan kejadian.
Namun, dalam dua bulan terakhir selama Ramadan, kondisi tersebut mulai terkendali. Ia menegaskan bahwa dalam satu bulan terakhir tren penurunan kasus terus terlihat, menunjukkan adanya perbaikan situasi keamanan di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Penurunan kasus begal ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kepolisian aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, menerima masukan, serta melibatkan peran media dan para pemangku kepentingan.
Selain itu, dukungan tokoh masyarakat juga dinilai berperan penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan. Kerja sama tersebut menjadi faktor utama dalam menekan angka kejahatan jalanan.
Dengan capaian ini, Polrestabes Medan berharap tren positif dapat terus dipertahankan, khususnya menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri, agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. (Febi).


