Toba, Infojurnalis.com – Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, menegaskan bahwa keahlian tenaga kerja konstruksi harus dibarengi dengan pemenuhan persyaratan kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi. Menurutnya, tenaga konstruksi yang kompeten dan bersertifikat menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Audi Murphy Sitorus saat membuka kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Konstruksi di Restoran Sinar Minang Balige, Kamis (18/06/2026).
Uji sertifikasi tersebut diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kegiatan diikuti sebanyak 50 peserta dari Kabupaten Toba yang memiliki jabatan sebagai Pengawas K3 Konstruksi.
Dalam sambutannya, Audi Murphy menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Toba untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU yang telah memfasilitasi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Toba.
Menurut Audi, sertifikasi kompetensi bukan hanya sekadar memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek konstruksi, terutama yang menggunakan anggaran pemerintah.
“Keahlian saja belum cukup. Lengkapi juga persyaratan dalam melaksanakan pekerjaan,” tegas Audi Murphy.
Tenaga konstruksi bersertifikat, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Kabupaten Toba. Hal ini dinilai semakin penting karena Kabupaten Toba merupakan bagian dari kawasan Danau Toba yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Audi menjelaskan bahwa kualitas infrastruktur yang baik akan mendukung aksesibilitas menuju kawasan wisata sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
“Kondisi akses infrastruktur yang baik menuju lokasi wisata diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Toba,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sertifikasi tersebut mampu menambah jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi di Kabupaten Toba. Dengan semakin banyak tenaga kerja yang tersertifikasi, kualitas pembangunan infrastruktur juga diharapkan semakin meningkat.
Selain itu, sertifikasi kompetensi dinilai dapat melahirkan sumber daya manusia konstruksi yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Sebelumnya, Plt. Sekretaris Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU, Nanan Abidin, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Nanan menegaskan bahwa setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
Karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan sertifikasi dengan baik agar kompetensi yang dimiliki benar-benar dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pekerjaan dan keselamatan konstruksi di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Ir. Indra Suhada, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Toba.


