Samosir, Infojurnalis.com – Bantuan bibit jagung kembali disalurkan Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan sebanyak 23.550 kilogram bibit jagung dan lima unit power thresher kepada kelompok tani di Kompleks Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Rabu (29/7/2026).
Bantuan bibit jagung tersebut diberikan kepada 189 kelompok tani yang tersebar di sembilan kecamatan. Bibit jagung varietas KH 1/Piton itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan lahan pertanian seluas 1.570 hektare. Selain itu, lima kelompok tani juga menerima bantuan lima unit power thresher untuk mendukung proses pascapanen.
Program ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Kementerian Pertanian melalui Tahun Anggaran 2026. Penyerahan bantuan turut dihadiri SAB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan kebutuhan yang sebelumnya diusulkan langsung oleh kelompok tani kepada Pemerintah Kabupaten Samosir. Selanjutnya, usulan tersebut diteruskan kepada pemerintah pusat hingga akhirnya dapat direalisasikan.
Menurut Vandiko, perhatian pemerintah pusat terhadap petani Samosir menjadi salah satu faktor terealisasinya bantuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan para petani dapat diakomodasi berkat dukungan Presiden Prabowo Subianto sehingga bantuan bisa diserahkan kepada kelompok tani tahun ini.
Bantuan bibit jagung dan alat pertanian tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Samosir akan melakukan pengawasan sekaligus memberikan pendampingan kepada kelompok tani penerima.

Vandiko mengingatkan bahwa bantuan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia menilai persaingan memperoleh bantuan pertanian dari pemerintah pusat sangat ketat karena menjadi kebutuhan kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta seluruh penerima serius mengelola bantuan agar hasilnya optimal.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, Vandiko menegaskan tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan pendapatan petani. Ia menyebut bantuan yang diberikan bersifat stimulan untuk mendorong semangat bertani, sekaligus meminta agar pembagian bantuan dilakukan secara adil kepada seluruh anggota kelompok tani.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom mengatakan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan tambahan bantuan bagi petani. Pada 2025, Pemkab Samosir telah menyalurkan 31.000 kilogram bibit jagung dengan varietas yang sama.
Dari penyaluran tahun sebelumnya, hasil panen mencapai produktivitas antara 3,5 hingga 10 ton per hektare. Tahun ini, Tumiur memastikan penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan diterjunkan untuk melakukan pendampingan dan pengawasan agar produktivitas panen dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir.


