Sergai, Infojurnalis.com – Identitas seorang oknum honorer yang diduga ikut terjaring dalam razia tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Serdang Bedagai menjadi sorotan masyarakat. Hingga saat ini, identitas honorer tersebut belum diungkap ke publik meski disebut termasuk dalam 27 orang yang diamankan saat operasi berlangsung.
Sorotan terhadap kasus ini muncul setelah warga mempertanyakan transparansi penanganan terhadap oknum honorer yang diduga terlibat. Masyarakat menilai keterbukaan informasi diperlukan untuk menghindari munculnya spekulasi maupun dugaan adanya perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum.
Seorang warga bermarga Purba meminta kepolisian membuka identitas honorer tersebut agar masyarakat mengetahui status serta instansi tempat yang bersangkutan bekerja.
Menurut Purba, apabila terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, oknum honorer tersebut layak mendapatkan evaluasi bahkan pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Purba menilai seorang tenaga honorer yang menerima gaji dari anggaran negara seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Jika memang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba, masyarakat berhak mengetahui identitasnya. Apalagi yang bersangkutan bekerja dengan pembiayaan dari anggaran negara,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai, AKP Erikson David, menjelaskan bahwa dalam rilis resmi yang dikeluarkan Satresnarkoba tidak dicantumkan profesi maupun pekerjaan para pengunjung yang diamankan saat razia berlangsung.
Menurutnya, informasi terkait identitas maupun data tambahan dapat dikonfirmasi lebih lanjut melalui Humas Polres Serdang Bedagai.
Sebelumnya, Polres Serdang Bedagai menggelar razia di Ryan Cafe dan KTV pada Minggu (31/05/2026) dini hari. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Sergai.
Dari hasil kegiatan itu, sebanyak 27 orang diamankan setelah menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya positif mengandung narkoba.
Selain mengamankan para pengunjung, petugas juga menemukan barang bukti berupa pil ekstasi dan ganja di lokasi razia. Saat ini seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk kepentingan penyelidikan.
Belum diungkapnya identitas oknum honorer yang disebut ikut terjaring dalam razia tersebut kini menjadi perhatian publik. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. (Rsm).


