Medan, infojurnalis.com — Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan komitmen serius dalam pemenuhan hak anak dengan mengikuti Coaching Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Sumatera Utara. Kegiatan ini digelar di ruang rapat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara, Medan, pada 30 Maret hingga 1 April 2026.Medan, infojurnalis.com — Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan komitmen serius dalam pemenuhan hak anak dengan mengikuti Coaching Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Sumatera Utara. Kegiatan ini digelar di ruang rapat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara, Medan, pada 30 Maret hingga 1 April 2026.
Program coaching KLA ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unsur di Pakpak Bharat, mulai dari desa, kecamatan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman bersama terkait pemenuhan hak anak dalam kehidupan sehari-hari.
Pemkab Pakpak Bharat secara aktif mendorong terwujudnya status Kabupaten Layak Anak. Upaya ini dibuktikan dengan keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan coaching, sehingga seluruh elemen pemerintahan memiliki pemahaman yang sama dalam melindungi dan memenuhi hak anak.
Kegiatan coaching ini bertujuan memberikan edukasi kepada pemerintah daerah agar mampu berperan maksimal dalam setiap klaster pemenuhan hak anak. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan program dan kebijakan yang dijalankan semakin berpihak pada kepentingan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Sumatera Utara Dwi Endah Purwanti menjelaskan bahwa saat ini daerah sedang berada pada tahap evaluasi mandiri. Tahapan ini menjadi sangat penting karena hasilnya akan menjadi dasar penilaian pada proses berikutnya.
“Evaluasi mandiri merupakan tahapan penting yang menentukan penilaian selanjutnya dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak,” jelas Dwi Endah Purwanti.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kebijakan dan program nyata. Target utamanya adalah menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Partisipasi aktif ini menjadi langkah konkret Pemkab Pakpak Bharat dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia di daerah. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Pakpak Bharat.


