Info Jurnalis – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo layak menerima Bintang Mahaputera. Pernyataan ini muncul saat Polri masih menjadi sorotan dan mendapat desakan mundur dari sebagian publik.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan 18 gudang ketahanan pangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat 13 Februari 2026.
“Saya kira mungkin Mahaputera pantas untuk beliau,” kata Prabowo di hadapan jajaran Polri.
Dukungan Terbuka dari Analis Kebijakan
Analis kebijakan publik dan politik, Nasky Putra Tandjung, mendukung rencana tersebut. Ia menilai Kapolri berperan besar dalam menjalankan program strategis nasional yang masuk dalam agenda Asta Cita Presiden.
Nasky yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum menyebut Polri aktif dalam program ketahanan pangan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk mendukung Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, kontribusi ini terlihat dari data konkret di lapangan.
1.179 SPPG Dibangun, Target 1.500 Unit
Per 13 Februari 2026, Polri telah membangun 1.179 SPPG di seluruh Indonesia. Target akhir mencapai 1.500 unit.
SPPG tersebut diproyeksikan memberi manfaat kepada sekitar 2,9 juta orang. Pembangunan fasilitas ini juga menyerap hampir 60.000 tenaga kerja.
Nasky menyebut angka ini menunjukkan dampak sosial dan ekonomi yang langsung terasa di masyarakat.
Produksi Jagung Naik 9 Persen
Sepanjang 2025, Satgas Ketahanan Pangan Polri mencatat peningkatan produksi jagung nasional sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton.
Total produksi mencapai 16.501.555,66 ton.
Akselerasi tertinggi terjadi pada kuartal IV 2025. Optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare menghasilkan sekitar 3.479.432 ton jagung.
Penyerapan jagung oleh Bulog mencapai 101.713 ton atau 63,8 persen dari target. Langkah ini membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan menekan spekulasi pasar.
Prabowo: Ini Bentuk Terima Kasih
Dalam acara yang sama, Prabowo lebih dulu menganugerahkan tanda kehormatan kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.
Ia menyebut Kapolri belum menerima penghargaan karena dinilai pantas mendapat tingkat yang lebih tinggi.
Prabowo mengibaratkan pemberian penghargaan sebagai bentuk terima kasih seorang pemimpin kepada bawahannya.
Ia juga mengakui Polri dan TNI sering menghadapi kritik. Namun, menurutnya, kritik adalah risiko sebagai pelayan publik dan harus dijawab dengan kerja nyata.
Apa Itu Bintang Mahaputera?
Bintang Mahaputera merupakan tanda kehormatan tertinggi kedua setelah Bintang Republik Indonesia.
Pengaturannya tercantum dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penghargaan ini memiliki lima kelas:
- Bintang Mahaputera Adipurna
- Bintang Mahaputera Adipradana
- Bintang Mahaputera Utama
- Bintang Mahaputera Pratama
- Bintang Mahaputera Nararya
Penerima harus memenuhi tiga syarat utama. Pertama, berjasa luar biasa bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Kedua, menunjukkan pengabdian besar di berbagai bidang. Ketiga, darma baktinya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Pada 2025, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menerima tanda kehormatan ini melalui Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025. Di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Rencana pemberian Bintang Mahaputera kepada Kapolri kini menjadi sorotan. Pemerintah menilai penghargaan ini berdasar capaian konkret. Publik akan menilai langkah tersebut dalam konteks kinerja dan situasi yang sedang berkembang.


