Jakarta, infojurnalis.com – Sinergi BNN dan BSSN diperkuat untuk menghadapi ancaman narkotika di era digital yang semakin kompleks. Langkah ini ditandai melalui audiensi antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Nugroho Sulistyo Budi, di Gedung BSSN, Jakarta Selatan, Jumat, 10 April 2026.
Sinergi BNN dan BSSN menjadi fokus utama dalam memperkuat keamanan siber, khususnya untuk mendukung tugas pemberantasan narkotika. Pertemuan ini juga melibatkan jajaran pejabat tinggi dari kedua lembaga sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih terintegrasi.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis. Di antaranya peningkatan pertukaran data dan informasi untuk mendukung kegiatan intelijen, penguatan sistem keamanan siber, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan persandian.

Kepala BNN RI menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola peredaran gelap narkotika. Saat ini, jaringan narkotika semakin memanfaatkan ruang siber, termasuk media sosial hingga jaringan tersembunyi.
Menurutnya, kolaborasi dengan BSSN sangat penting untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons terhadap ancaman di ruang digital. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi kejahatan narkotika berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala BSSN menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya BNN. Dukungan tersebut mencakup penguatan sistem keamanan siber nasional, perlindungan data, serta peningkatan kapabilitas teknis dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa integrasi sistem keamanan siber menjadi langkah penting untuk memastikan efektivitas penegakan hukum di era digital. Selain itu, peningkatan kapasitas teknis juga menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan sistem dari potensi serangan.
Sinergi BNN dan BSSN diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih kuat dalam menjaga keamanan nasional. Tidak hanya dari ancaman narkotika, tetapi juga dari berbagai potensi kerentanan di ruang siber yang dapat dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara kedua lembaga negara. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak nyata dalam memperkuat perlindungan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (Red/Rel).
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.


