Pakpak Bharat, infojurnalis.com – Sensus Ekonomi 2026 menjadi fokus utama dalam audiensi antara Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., dengan Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pakpak Bharat, Lontung Sabungan Situmorang, S.ST., M.Si. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati pada 14 April 2026.
Sensus Ekonomi 2026 dibahas karena akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Program ini menjadi agenda nasional penting untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Kepala BPS Pakpak Bharat menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi sarana strategis dalam pemutakhiran data sosial ekonomi. Data yang dikumpulkan akan terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga seluruh informasi penduduk disesuaikan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan.

Sensus Ekonomi 2026 juga akan menggambarkan kondisi nyata perekonomian masyarakat. Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door, mencakup seluruh sektor usaha di semua wilayah.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ini. Wakil Bupati menegaskan pemerintah daerah siap membantu penyediaan data, memfasilitasi pertemuan, serta mendukung kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pelaksanaan kegiatan “Ngisi Bareng” (NGIBAR) untuk mempercepat proses pendataan apabila diperlukan di lapangan.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan sepuluh tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Kegiatan ini mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, dengan pengecualian sektor pertanian.
Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional dan daerah, sehingga program pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data yang akurat. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Pakpak Bharat.


