Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Pemerintah Kerahkan 661 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran

Jakarta — Operasi Ketupat 2026 resmi dimulai. Pemerintah mengerahkan kekuatan besar dari berbagai lembaga untuk memastikan perjalanan mudik Lebaran berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Operasi pengamanan ini melibatkan sekitar 661.243 personel gabungan yang berasal dari TNI, Polri, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait lainnya. Personel tersebut akan bertugas selama 13 hari untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pengamanan mudik merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Hal itu disampaikan saat Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (12/03/2026).

Menurut Djamari, pasukan yang tampil dalam apel tersebut adalah personel yang akan bertugas langsung di lapangan. Namun di luar itu, masih terdapat kekuatan pendukung lain yang jumlahnya bahkan lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa pengamanan mudik melibatkan kerja sama lintas lembaga. Selain TNI dan Polri, pemerintah juga melibatkan unsur lain seperti Basarnas, BNPB, BMKG, serta berbagai elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.

Djamari menegaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman maupun kembali ke tempat tugasnya setelah Lebaran.

Selain kesiapan petugas, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat selama perjalanan. Pengguna jalan diminta mematuhi aturan lalu lintas, tidak berhenti di bahu jalan tol, serta menggunakan rest area secara tertib agar arus kendaraan tetap lancar.

Menurut Djamari, persiapan pengamanan mudik sebenarnya sudah dimulai sejak awal bulan Ramadan. Pemerintah setiap tahun melakukan evaluasi dari pengalaman sebelumnya agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Operasi

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi gangguan selama mudik, termasuk kemungkinan cuaca buruk.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan selama periode mudik. Karena itu, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi terhadap kemungkinan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kondisi darurat lainnya.

Kapolri menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif rute perjalanan guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi evakuasi, tempat pengungsian, serta langkah penanganan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Di tengah kondisi global yang memengaruhi harga energi, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman selama periode mudik. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi tetap stabil.

Selain kendaraan pribadi, pemerintah juga menyediakan berbagai pilihan moda transportasi bagi masyarakat, mulai dari kereta api, bus, hingga pesawat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan alternatif perjalanan yang aman dan nyaman bagi pemudik.

Kapolri mengimbau seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan, berhati-hati di jalan, dan mematuhi aturan lalu lintas.

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Panglima TNI Agus Subianto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Wakapolri Dedi Prasetyo bersama perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.

Operasi

Pemerintah berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat memastikan perjalanan mudik Lebaran tahun ini berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan nyaman. (Red/Rel).

 

Sumber: Kemenko RI.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news