Info Jurnalis – Pemerintah Prefektur Ehime, Jepang, menyiapkan kandang khusus untuk proses perjodohan orangutan betina asal Kalimantan bernama Jennifer dengan orangutan jantan bernama Hayato di Tobe Zoo.
Kandang tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan Jennifer sekaligus menjadi ruang utama proses perjodohan.
Pejabat Prefektur Ehime, Nakamura, mengatakan kandang baru itu berasal dari hasil renovasi kandang lama dan dikhususkan untuk Jennifer sebagai “pengantin baru”.
“Ruangan untuk pasangannya sudah kami siapkan. Kami menyiapkan kandang baru dengan merenovasi kandang yang sebelumnya. Jadi kandangnya baru yang diperuntukkan pengantin baru Jennifer,” kata Nakamura melalui penerjemah dalam acara Global Cooperation for Orangutan Conservation di Taman Safari Indonesia, Puncak Bogor, Jumat, 16 Januari 2026.
Saat ini, pengelola Tobe Zoo memprioritaskan kondisi kesehatan Jennifer. Jennifer baru tiba di Jepang pada musim salju sehingga memerlukan masa adaptasi.
Jennifer kini ditempatkan di ruang internal khusus. Ia tidak dikeluarkan ke area terbuka dan diawasi selama 24 jam oleh keeper. Tim perawat terus memantau kondisi fisik dan perilakunya.
“Saat ini Jennifer ditempatkan di ruangan internal khusus, tidak dikeluarkan ke area terbuka, dan diawasi selama 24 jam,” ujar Nakamura.
Pihak kebun binatang merencanakan pengenalan Jennifer kepada publik Jepang pada pertengahan bulan depan. Namun, pameran ini masih bersifat terbatas.
Jennifer akan dipamerkan secara terpisah dan belum dipertemukan dengan Hayato. Pengelola belum ingin terburu-buru dalam proses perjodohan.
“Pertengahan bulan depan akan dilakukan pameran untuk umum, tetapi dengan waktu yang terbatas dan masih secara terpisah,” kata Nakamura.
Proses perjodohan Jennifer dan Hayato diperkirakan dimulai sekitar Mei 2026. Waktu ini dipilih karena suhu di Jepang mulai menghangat.
Menurut Nakamura, faktor cuaca menjadi pertimbangan utama sebelum kedua orangutan dipertemukan secara bertahap.
“Sekitar bulan Mei akan dimatchingkan atau dipertemukan dengan Hayato. Prosesnya tidak terburu-buru,” ujarnya.
Nakamura memastikan kondisi Jennifer saat ini sehat. Nafsu makannya dinilai baik dan perkembangannya terus dipantau setiap hari.
“Kondisinya sehat, makannya banyak, dan terus dipantau,” kata dia.
Langkah ini menjadi bagian dari penerapan standar kesejahteraan satwa dalam kerja sama konservasi antara Indonesia dan Jepang.
Antusiasme masyarakat Jepang terhadap kehadiran Jennifer disebut sangat tinggi. Banyak pengunjung meminta agar Jennifer segera dipamerkan secara terbuka.
Pihak pengelola bahkan berencana menggelar resepsi pernikahan di kebun binatang saat proses perjodohan Jennifer dan Hayato berlangsung.


