Bali Dikepung Bencana Awal 2026, 98 Kejadian dalam 16 Hari

Info Jurnalis – Bali dikepung bencana sejak awal 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali mencatat 98 kejadian bencana selama periode 1 sampai 16 Januari 2026. Data ini menunjukkan intensitas bencana tinggi di Pulau Dewata.

BPBD Bali merinci jenis bencana yang terjadi.

Kebakaran gedung dan permukiman tercatat sembilan kasus. Banjir terjadi 22 kali. Tanah longsor mencapai 26 kejadian. Pohon tumbang mendominasi dengan 33 kejadian. Senderan jebol tercatat empat kasus. Jalan jebol terjadi tiga kali. Angin kencang tercatat satu kejadian.

Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama.

Seluruh rangkaian peristiwa di Bali dipicu kondisi cuaca ekstrem. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan situasi ini masih tergolong normal karena Januari merupakan puncak musim hujan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Antara.

BPBD Bali meminta semua pihak bersiaga.

Imbauan ditujukan kepada pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga pengelola wisata. BPBD mendorong langkah sederhana untuk menekan risiko. Contohnya menjaga kebersihan drainase, menentukan lokasi evakuasi, dan menyiapkan tas siaga.

Antisipasi dini mulai dijalankan.

BPBD Bali memasang alarm banjir setelah melihat luapan air hujan di sejumlah titik. Langkah ini dimulai dari Kota Denpasar.

Enam titik sungai dipasangi sistem peringatan dini.

Pendeteksi dan sirine dipasang di aliran sungai rawan banjir. Alarm memberi peringatan saat air mencapai ketinggian tertentu. Sistem ini mengarahkan warga untuk menjauh dari lokasi berisiko.

Lonjakan bencana terjadi dalam hitungan hari.

Pada 13 sampai 16 Januari 2025 saja tercatat 44 kejadian akibat hujan ekstrem. Rinciannya meliputi banjir tiga kejadian, longsor 18 kejadian, pohon tumbang 15 kejadian, senderan jebol empat kejadian, jalan jebol tiga kejadian, dan angin kencang satu kejadian.

Wilayah terdampak paling sering muncul.

Rata-rata kejadian terjadi di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Data ini memperkuat kebutuhan kewaspadaan berkelanjutan selama musim hujan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news