Jakarta, infojurnalis.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis rangkuman kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode 1 hingga 2 April 2026. Dalam laporan tersebut, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir menjadi kejadian paling dominan yang berdampak pada masyarakat.
BNPB mencatat, peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Banggai, tepatnya di Kecamatan Balantak Utara pada Rabu (1/4). Hujan deras selama sekitar tiga jam di wilayah pegunungan menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Banjir di Banggai merendam dua desa, yaitu Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang. Sebanyak 52 kepala keluarga atau 166 jiwa terdampak. Selain itu, 52 unit rumah dilaporkan tergenang air dengan ketinggian mencapai 50 cm di beberapa titik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD setempat langsung melakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi. Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong, pembangunan drainase, serta bantuan logistik berupa sandang dan pangan.

Hingga laporan terakhir, kondisi di Banggai mulai membaik. Hujan telah berhenti dan genangan air berangsur surut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Kecamatan Wasuponda. Banjir dipicu hujan lebat yang berlangsung dari sore hingga malam hari, ditambah luapan Sungai Kondara yang mengalami pendangkalan.
Dampak banjir di Luwu Timur dirasakan di Desa Ledu-Ledu. Sebanyak 21 kepala keluarga atau 84 jiwa terdampak, dengan 19 rumah mengalami genangan air.
BPBD Luwu Timur bersama aparat desa, kecamatan, Tim Reaksi Cepat, dan Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penanganan cepat. Evakuasi barang warga dilakukan untuk mengurangi kerugian. Saat ini, kondisi banjir mulai surut dan situasi terkendali.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Madiun di Kecamatan Pilangkenceng pada Senin (30/3). Hujan lebat menyebabkan genangan setinggi rata-rata 40 cm yang berdampak pada 23 kepala keluarga dan 23 rumah.
BPBD Madiun telah melakukan monitoring dan pendataan. Peristiwa ini terjadi saat status siaga darurat hidrometeorologi masih berlaku di Jawa Timur hingga 1 Mei 2026. Kondisi saat ini berangsur membaik, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

Selain banjir, BNPB juga mencatat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Kuala. Kebakaran terjadi di Kecamatan Alalak pada Rabu (1/4) dan membakar sekitar 2 hektare semak belukar.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD bersama relawan berhasil memadamkan api sehingga situasi kini aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sempat menimbulkan potensi gangguan lingkungan.
BNPB menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Pemantauan cuaca, menjaga lingkungan, serta pelaporan cepat saat terjadi kondisi darurat dinilai sebagai langkah efektif untuk meminimalkan dampak.
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. (Red/Rel).
Sumber: BNPB RI.


