Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pengabdian dalam memerangi narkoba memiliki nilai ibadah jika dilakukan dengan niat tulus. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama keluarga besar BNN di lingkungan kantor BNN, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Momentum Ramadan di BNN tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat spiritualitas di tengah tugas berat melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam sambutannya, Suyudi Ario Seto mengingatkan bahwa menjalankan tugas negara membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan profesional. Menurutnya, ketenangan batin dan kekuatan rohani sangat penting agar semangat pengabdian tetap terjaga di tengah tantangan pekerjaan.
Ia menilai pembinaan spiritual bagi pegawai BNN memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan mental. Dengan dukungan spiritual yang kuat, aparatur negara diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab tanpa merasa terbebani secara psikologis.

Kepala BNN juga mengajak seluruh keluarga besar BNN memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan. Hal itu dapat dilakukan melalui ibadah ritual maupun kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, bagi aparatur negara, bekerja melayani masyarakat juga dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh tanggung jawab.
“Setiap tetes keringat saat kita menjalankan tugas sebenarnya adalah ibadah. Jika semua pengabdian diniatkan karena Allah, maka pekerjaan sehari-hari Insya Allah bernilai pahala,” ujar Suyudi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa puasa Ramadan juga merupakan latihan penting dalam mengendalikan diri. Nilai tersebut sangat relevan dengan upaya memperkuat integritas aparatur negara, termasuk dalam mendorong reformasi birokrasi di lingkungan BNN.

Nilai spiritual yang tumbuh selama Ramadan diharapkan mampu memperkuat disiplin, integritas, serta komitmen pegawai BNN untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan demikian, seluruh insan BNN dapat terus fokus menjalankan tugas utama menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika. (Red/Rel).
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.


