Serdang Bedagai, Infojurnalis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto memberikan dampak positif bagi petani buah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Program tersebut tidak hanya membantu pemasaran hasil panen, tetapi juga mendorong peningkatan produksi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Program MBG dirasakan langsung manfaatnya oleh petani melon dan semangka di Sergai. Salah satunya H. Boirin, Ketua Kelompok Tani Jaya Kerapuh yang merupakan warga Desa Kerapuh, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.
Menurut Boirin, sejak adanya program MBG dirinya semakin bersemangat mengembangkan usaha pertanian buah melon dan semangka. Hal itu karena hasil panen lebih mudah dipasarkan melalui kerja sama dengan dapur Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia mengungkapkan, petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam mencari pasar untuk hasil panen. Cukup dengan membangun komunikasi dengan pihak dapur SPPG, hasil produksi dapat terserap sesuai kebutuhan program MBG.
Selain kemudahan pemasaran, harga jual buah yang diterima petani juga dinilai menguntungkan. Boirin menyebutkan harga melon mencapai Rp10.000 per kilogram, sedangkan semangka dihargai Rp8.000 per kilogram dengan syarat kualitas buah sesuai kebutuhan dapur SPPG.
Program MBG juga berdampak pada perluasan lahan pertanian yang dikelola kelompok tani. Saat ini, Boirin mampu mengembangkan areal tanam melon hingga empat hektare dan semangka mencapai enam hektare.
Peningkatan permintaan dari dapur SPPG turut mendorong lonjakan produksi buah. Sebelum adanya program MBG, hasil produksi melon dan semangka hanya berkisar antara tiga hingga empat ton.
Namun setelah bekerja sama dengan dapur SPPG, produksi melon dan semangka meningkat signifikan hingga mencapai 30 ton sampai 50 ton setiap masa panen.
Manfaat program MBG tidak hanya dirasakan petani. Boirin mengatakan keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Puluhan warga setempat terlibat dalam aktivitas pertanian maupun pendukung lainnya. Menurutnya, peningkatan lapangan pekerjaan tersebut didominasi oleh ibu rumah tangga yang memperoleh kesempatan menambah penghasilan keluarga.
Boirin berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan secara luas. Selain membantu pemenuhan gizi pelajar sebagai penerima manfaat, program tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan program MBG karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian petani, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat secara umum.
Saat ini, Boirin juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Serdang Bedagai untuk memenuhi kebutuhan buah melon dan semangka dalam mendukung pelaksanaan program MBG. (Rasum).


