Jawa Barat, Infojurnalis.com—Persiapan matang untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ratusan personel kepolisian yang tergabung dalam tim penerjun payung saat ini tengah mengasah kemampuan mereka melalui serangkaian latihan intensif di udara. Agenda yang sudah berjalan sejak minggu lalu ini mengambil lokasi di kawasan Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, dan dijadwalkan terus berlangsung hingga tanggal 25 Juni 2026, terpantau pada Senin, 22 Juni 2026.
Latihan intensif ini terpantau sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan berfokus pada pendampingan serta pengecekan kelayakan perlengkapan terjun di Bandara Internasional Kertajati. Langkah awal ini diambil demi memastikan keamanan dan kesiapan seluruh aspek operasional sebelum hari puncak perayaan tiba. Guna mendukung kelancaran latihan, korps kepolisian menerjunkan armada pesawat Polisi Udara jenis CN-295 untuk mengangkut para personel ke atas awan.
Dalam simulasi udara tersebut, para penerjun Polri dilatih untuk melompat dari pintu pesawat dengan variasi ketinggian yang cukup ekstrem, mulai dari level 5.000 kaki hingga mencapai batas 14.000 kaki. Penentuan tingkat ketinggian yang bervariasi ini sengaja dirancang untuk menguji ketahanan fisik anggota, mematangkan teknik melayang di udara, serta membentuk mental prajurit bhayangkara yang profesional dalam menghadapi segala situasi darurat.
Proses penggodokan fisik dan mental ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyongsong perayaan puncak HUT ke-80 Bhayangkara yang akan jatuh pada tanggal 01 Juli 2026. Melalui latihan berkala ini, institusi kepolisian berkomitmen agar seluruh personel yang bertugas dapat menyuguhkan performa yang sempurna, aman, dan mematuhi standar operasional baku yang telah digariskan.

Jalannya agenda penerjunan dari pesawat CN-295 ini ditinjau secara langsung oleh jajaran perwira tinggi Korps Brimob Polri. Beberapa di antaranya adalah Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, Irjen Pol. Rudy Harianto, serta Plt. Dansatlat Brimob Korbrimob Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima.
Kedatangan para jenderal bintang dua dan bintang satu ini menjadi sebuah bentuk dukungan moril yang besar untuk memacu semangat juang para personel. Jajaran pimpinan berpesan agar segenap anggota tetap menjaga kedisiplinan tingkat tinggi, mengutamakan keselamatan diri, serta mempertahankan sikap profesional dalam menjalani masa pelatihan maupun saat hari upacara kemerdekaan bhayangkara nanti.
Secara keseluruhan, simulasi terjun bebas dari atas pesawat ini diikuti oleh 118 personel pilihan dari berbagai macam kesatuan kerja di jajaran Polri. Mengingat tingkat risiko yang cukup tinggi, seluruh rangkaian kegiatan ini dikawal dengan sistem pengawasan yang super ketat serta wajib menyelaraskan diri pada standar keselamatan penerbangan internasional yang berlaku resmi.
Melalui program pelatihan yang terukur dan berkesinambungan ini, institusi Polri berharap kesiapan yang optimal dapat terwujud untuk menyukseskan hari jadi Bhayangkara ke-80. Momen ini sekaligus menjadi bukti kesiapan dan dedikasi tinggi dari korps kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada seluruh rakyat. Segenap keluarga besar kepolisian berharap agar acara besar ini dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar sebagai persembahan bakti kepada tanah air. (Red/Rel).
Sumber: Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri.


