Medan, Infojurnalis.com – Pelayanan prima menjadi fokus utama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara (Kanwil Kemenkum Sumut) dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Untuk memperkuat kompetensi aparatur, Kanwil Kemenkum Sumut menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar Pelatihan Standar Pelayanan Prima (Service Excellence), Etika Komunikasi Publik, dan Penanganan Keluhan.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Soepomo, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara, Rabu (05/08/2026), bertujuan membangun budaya pelayanan yang profesional, humanis, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara, Ignatius Mangantar Tua Silalahi, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian penting bagi setiap aparatur sipil negara. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas.
Ignatius menjelaskan, karakter masyarakat Sumatera Utara yang umumnya berbicara dengan intonasi tegas kerap menimbulkan kesalahpahaman dalam proses komunikasi. Karena itu, aparatur perlu memiliki pemahaman serta keterampilan komunikasi yang tepat agar pelayanan tetap berjalan nyaman, efektif, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.
“Berkenan berbagi ilmu, khususnya mengenai etika berkomunikasi dalam pelayanan publik. Karakteristik masyarakat Sumatera Utara yang cenderung berbicara dengan intonasi tegas sering kali disalahartikan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan keterampilan komunikasi yang tepat agar pelayanan tetap berlangsung dengan baik dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Ignatius.
Pelayanan prima dalam kegiatan ini diperkuat melalui materi yang disampaikan Hery Chandra Nasution selaku Area Officer Service Manager BSI. Ia memaparkan konsep Ultimate Service, yaitu pelayanan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pengguna layanan, tetapi juga melampaui harapan mereka.
Menurut Hery, komunikasi yang efektif dapat terwujud apabila petugas mampu mengenali karakter dan kepribadian lawan bicara, kemudian menyesuaikan gaya komunikasi yang digunakan. Cara tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan secara lebih tepat, membangun hubungan yang lebih baik, serta meningkatkan kepuasan pengguna layanan.
Dipilihnya BSI sebagai mitra pelatihan didasarkan pada pengalaman dunia perbankan yang menerapkan standar pelayanan dengan mengutamakan keramahan, kecepatan, profesionalisme, dan kemampuan menghadapi berbagai karakter nasabah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kanwil Kemenkum Sumut dalam memperkuat kualitas pelayanan publik.
Selama pelatihan, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi pegawai saat memberikan pelayanan kepada masyarakat dibahas bersama sebagai bahan pembelajaran untuk menciptakan pelayanan yang lebih responsif, komunikatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Hukum Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya pelayanan yang profesional, adaptif, dan berintegritas sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik. (F).
Sumber: Humas Kanwil Kemenkum Sumut.


