MBG Tebing Tinggi Diperkuat, Wali Kota Tindaklanjuti Masukan Guru Besar IPB

Tebing Tinggi, Infojurnalis.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tebing Tinggi mendapat perhatian khusus dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB). Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menerima audiensi Guru Besar IPB, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Tebing Tinggi, Jumat (21/08/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pelaksanaan MBG bagi pelajar. Prof. Rizal menyampaikan sejumlah masukan teknis berdasarkan bidang keilmuannya di Departemen Gizi Masyarakat IPB.

Wali Kota Iman Irdian menyambut baik masukan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi akademisi IPB terhadap pengembangan program gizi masyarakat di Kota Tebing Tinggi.

Pemko Tebing Tinggi juga memastikan masukan yang disampaikan akan ditindaklanjuti. Wali Kota menginstruksikan Dinas Kesehatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk merespons berbagai saran teknis tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak dan jajaran yang telah hadir di Kota Tebing Tinggi. Seluruh saran dan masukan ini sangat berharga dan akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Kesehatan serta OPD terkait,” ujar Wali Kota.

Prof. Rizal menjelaskan, kedatangannya ke Tebing Tinggi merupakan bagian dari kegiatan “Dosen Pulang Kampung 2026” yang digagas IPB. Program tersebut memberikan kesempatan kepada dosen untuk kembali ke daerah asal sekaligus memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Sebagai putra daerah Tebing Tinggi, Prof. Rizal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengetahuan mengenai gizi masyarakat. Ia juga memberikan edukasi terkait tata kelola makanan dalam pelaksanaan MBG.

Mbg

Menurut Prof. Rizal, pengelolaan MBG perlu mendapat perhatian karena masih ditemukan makanan yang tersisa di sekolah. Makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi dapat terbuang apabila penyajiannya tidak sesuai dengan kondisi dan kebiasaan siswa.

Ia menilai cita rasa makanan dan waktu penyajian menjadi dua hal yang perlu dievaluasi. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi kemauan siswa untuk mengonsumsi makanan yang diberikan melalui program MBG.

Prof. Rizal memberikan contoh mengenai waktu makan siswa. Anak-anak umumnya terbiasa sarapan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00. Jika MBG diberikan terlalu lama setelah waktu tersebut, siswa berpotensi sudah makan di rumah sehingga tidak lagi berminat mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah.

“Misal, rasa yang kurang cocok atau timing-nya. Anak-anak biasa konsumsi sarapan itu pagi jam 7. Kapan pelaksanaan MBG diberikan? Jam 8? Terlalu lama, akhirnya dia makan di rumah. Jadi ketika datang MBG, dia tidak mau makan lagi. Hal ini perlu kita lakukan edukasi dengan guru dan murid,” terang Prof. Rizal.

Karena itu, edukasi kepada guru dan murid dinilai penting agar pelaksanaan MBG dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Penyesuaian tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi makanan yang tersisa atau terbuang.

Sehari sebelum audiensi dengan Wali Kota, Prof. Rizal juga menjadi narasumber dalam Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Aksi Bergizi di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Kamis (20/08/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Kepala Bagian Prokopim Setdako Faisal Ahmad, tim akademisi IPB, serta tim peliputan Diskominfo Tebing Tinggi.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan MBG di Kota Tebing Tinggi melalui masukan dari kalangan akademisi dan tindak lanjut pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait. (Supriadi Gugun).

Sumber: Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news