Kolaborasi Paten DJKI–JPO Makin Kuat, Target Indonesia Jadi Otoritas Global

Bali, infojurnalis.com — Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum memperkuat kolaborasi paten melalui pertemuan bilateral dengan Japan Patent Office (JPO). Pertemuan ini digelar di sela agenda ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) ke-78 pada Selasa, 7 April 2026 di Padma Hotel Legian, Bali.

Kolaborasi paten menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. DJKI dan JPO membahas penguatan kerja sama teknis, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan terkait pemeriksaan paten. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan kekayaan intelektual di Indonesia.

Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Yasmon, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum strategis. Ia menyebut kerja sama teknis dengan JPO akan mendorong peningkatan kompetensi pemeriksa paten sekaligus memperkuat sistem pelayanan.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama teknis, khususnya dalam peningkatan kapasitas pemeriksa paten dan pertukaran pengetahuan antara DJKI dan JPO,” ujar Yasmon.

Djki

Selain peningkatan kapasitas, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama lanjutan. Fokusnya mencakup adopsi praktik terbaik dalam pengelolaan sistem paten guna memperkuat ekosistem kekayaan intelektual. Dalam pertemuan tersebut, JPO menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas DJKI melalui berbagai program yang sudah berjalan maupun yang akan dirancang ke depan.

DJKI juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil invensi. Tidak hanya berhenti pada pendaftaran, hasil inovasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sektor industri. Sinergi dengan mitra global seperti JPO dinilai membuka peluang transfer pengetahuan, termasuk dalam komersialisasi paten.

Sementara itu, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang DJKI, Andrieansjah, mengungkapkan bahwa tahun 2026 telah ditetapkan sebagai tahun tematik paten. Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah menjadikan Indonesia sebagai International Searching Authority (ISA).

Target ISA ini bertujuan mengubah posisi Indonesia dari pengguna sistem paten global menjadi kontributor aktif dalam tata kelola paten dunia. Selain itu, Indonesia juga menargetkan pengakuan sebagai kantor paten berkelas dunia dengan standar internasional.

Djki

Untuk mencapai target tersebut, DJKI mendorong kerja sama konkret dengan JPO. Bentuknya meliputi pelatihan peningkatan kapasitas pemeriksa paten serta kesempatan on the job training (OJT) bagi pegawai.

“Kami menilai langkah ini tepat untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu dari JPO dalam rangka upaya kami untuk mendapatkan status ISA,” kata Andrieansjah.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menegaskan pentingnya forum AWGIPC sebagai ruang strategis antarnegara. Forum ini dinilai mampu memperkuat kolaborasi serta menyelaraskan kebijakan kekayaan intelektual di kawasan.

“AWGIPC menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, bertukar pandangan, dan mendorong harmonisasi kebijakan kekayaan intelektual di kawasan,” ujar Hermansyah.

Pertemuan bilateral DJKI dan JPO ini diharapkan mampu mempererat hubungan kedua lembaga. Selain itu, kerja sama ini juga ditargetkan mendorong sistem paten Indonesia menjadi lebih efektif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global. (Red/Rel).

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news