Kim Jong Un Panik Setelah AS “Memenggal” Maduro, Ancaman Baru ke Dunia?

Info Jurnalis – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan merasa terancam setelah Amerika Serikat menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro awal Januari 2026. Pakar diplomatik mengatakan kejadian itu memicu kecemasan tinggi di lingkaran pemerintahan Pyongyang.

Operasi militer yang diluncurkan AS pada 3 Januari 2026 berhasil menangkap Maduro dan membawanya ke Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyatakan langkah itu bagian dari upaya menegakkan hukum dan memerangi narkotika. AS juga mengumumkan akan ikut mengelola Venezuela sementara waktu sebelum transisi pemerintahan baru dilakukan.

Menurut wawancara AFP dengan mantan diplomat Korea Utara, Lee Il-kyu, operasi tersebut adalah “skenario terburuk” bagi Kim Jong Un. Lee yang pernah menjabat di Kuba menyatakan Kim Jong Un kini percaya upaya “pemenggalan” kekuasaan terhadap dirinya juga mungkin dilakukan oleh AS.

Lee mengatakan kepemimpinan Korea Utara selama ini merasa terancam oleh Washington dan melihat program nuklir serta rudal sebagai penangkal ancaman luar. Namun penggulingan Maduro menyebabkan rasa ketakutan nyata pada elite keamanan Korut bahwa bahkan pemimpin yang kuat pun bisa ditarget.

Sumber lain juga menyebut bahwa kejatuhan Maduro berpotensi mengubah cara pikir Kim Jong Un terhadap hubungan dengan AS. Analis dari Korea Times mengatakan Kim mungkin semakin yakin bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya cara untuk menjamin kelangsungan rezimnya.

Sebelumnya, operasi AS di Venezuela memicu gelombang reaksi di seluruh dunia. Banyak negara mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara beberapa pihak lain mendukungnya sebagai langkah melawan rezim otoriter.

Situasi ini mempertegas ketegangan global yang bisa berdampak jauh ke kawasan Asia Timur. Jika kekhawatiran Kim meningkat, langkah Korut di masa depan bisa menjadi lebih agresif untuk mempertahankan rezimnya.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news