Bogor, infojurnalis.com – Kemenko Polkam mulai mematangkan persiapan pertemuan internasional Australia–Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) ke-12 dan Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM) ke-7 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kemenko Polkam menggelar rapat koordinasi awal guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Rapat ini menekankan pentingnya persiapan yang matang, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun substansi agenda yang akan dibahas dalam forum internasional tersebut.
Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Pasifik, Oseania, dan Afrika (Pasosaf), Marsma TNI Parimeng, menyampaikan bahwa posisi Indonesia sebagai tuan rumah menuntut kesiapan yang terencana dan terstruktur. Ia menegaskan bahwa seluruh aspek harus disiapkan sejak awal agar pelaksanaan berjalan lancar dan memberikan hasil optimal.
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari internal Kemenko Polkam, pemerintah Australia sebagai co-chair, negara peserta SRM, kementerian dan lembaga terkait, hingga pemerintah daerah setempat. Keterlibatan banyak pihak dinilai penting untuk memastikan sinkronisasi kebijakan dan kesiapan bersama.

Fokus utama pembahasan mencakup penyusunan agenda prioritas Indonesia, penguatan kerja sama praktis, serta penyelarasan isu bilateral dan regional. Sejumlah isu strategis menjadi perhatian, antara lain penipuan daring, judi online, kejahatan siber, pendanaan terorisme, perlindungan warga negara Indonesia, dan keamanan maritim.
Selain itu, forum ini juga bertujuan mengidentifikasi usulan agenda dari kementerian dan lembaga, memastikan kesiapan kehadiran delegasi, serta menyusun posisi Indonesia sebelum dikonsultasikan lebih lanjut dengan pihak Australia.

Kemenko Polkam menilai pertemuan ini sebagai bagian penting dari upaya memperkuat diplomasi keamanan kawasan. Melalui forum ini, Indonesia ingin mempererat kemitraan dengan Australia dan negara mitra lainnya, sekaligus membangun respons bersama terhadap ancaman keamanan transnasional yang semakin kompleks.
Di akhir rapat, ditegaskan bahwa hasil yang diharapkan bukan sekadar agenda formal, tetapi rumusan yang kuat, terukur, dan mampu mendukung kepentingan Indonesia di tingkat bilateral maupun regional. (Red/Rel).
Sumber: Humas Kemenko Polkam RI.


