Jepang Dukung Indonesia Jadi Otoritas Paten Internasional, DJKI Perkuat SDM dan Sistem

Jenewa, Infojurnalis.comJepang menyatakan dukungan terhadap langkah Indonesia untuk menjadi International Searching Authority (ISA) dan International Preliminary Examining Authority (IPEA) di bawah kerangka Patent Cooperation Treaty (PCT) World Intellectual Property Organization (WIPO). Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Japan Patent Office (JPO) di sela Sidang Umum WIPO ke-68 di Jenewa, Swiss.

Dukungan Jepang disampaikan langsung oleh Commissioner Japan Patent Office (JPO), Yasuyuki Kasai, saat bertemu Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama di bidang sistem paten dan pengembangan kapasitas kekayaan intelektual.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menjelaskan, Indonesia saat ini terus mempersiapkan berbagai persyaratan untuk memperoleh pengakuan sebagai ISA dan IPEA. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan sistem pemeriksaan paten, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan.

“Menjadi ISA dan IPEA merupakan target strategis Indonesia. Kami terus membangun kapasitas agar layanan paten nasional mampu memenuhi standar internasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para inventor di Indonesia,” ujar Hermansyah di Jenewa, Swiss, Jumat (10/7/2026).

Jepang melalui JPO menyampaikan penghormatan atas kepemimpinan Indonesia dalam inisiatif tersebut serta menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh. Pembahasan teknis akan dilanjutkan bersama para pakar, termasuk melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Selain membahas peta jalan menuju ISA dan IPEA, DJKI juga mengusulkan kerja sama peningkatan kapasitas pemeriksa paten. Bentuk kerja sama itu meliputi pelatihan lanjutan, pembelajaran standar operasional yang diterapkan JPO, hingga penilaian terhadap infrastruktur pencarian paten yang dimiliki Indonesia.

Jep

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat menindaklanjuti penyelesaian Statement of Intent (SOI) dan Patent Prosecution Highway (PPH) melalui koordinasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

Pengembangan Indonesia IP Academy turut menjadi agenda pembahasan. DJKI berharap JPO dapat mendukung pengembangan akademi tersebut melalui program studi banding, berbagi pengalaman dalam pengelolaan lembaga pendidikan kekayaan intelektual, serta membantu menjembatani komunikasi dengan JICA terkait peluang dukungan infrastruktur.

Menurut Hermansyah, Indonesia IP Academy diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kompetensi di bidang kekayaan intelektual yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas sekaligus mendukung transformasi layanan DJKI secara berkelanjutan.

“Penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kekayaan intelektual yang modern. Karena itu, kami menyambut baik peluang kolaborasi dengan JPO untuk mengembangkan Indonesia IP Academy,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, JPO juga membagikan pengalaman mengenai penerapan use invention dalam sistem paten Jepang. Konsep tersebut memberikan pelindungan terhadap penemuan fungsi baru dari suatu produk yang telah dikenal sebelumnya dan dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri, khususnya di sektor pangan.

Pengalaman Jepang tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi DJKI dalam melakukan kajian terhadap pengembangan sistem paten nasional. Melalui penguatan kerja sama dengan JPO, Indonesia berharap kualitas layanan paten nasional terus meningkat dan mempercepat langkah menuju pengakuan sebagai ISA dan IPEA. (Red/Rel).

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news