Info Jurnalis – Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi partai politik. Keputusan itu diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional I 2026 di Jakarta, Minggu 19 Januari 2026. Agenda ini menandai masuknya Gerakan Rakyat ke arena politik nasional secara terbuka dan terstruktur.
Gerakan Rakyat langsung menyatakan arah politiknya.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan dukungan penuh kepada Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden Republik Indonesia. Sikap ini disampaikan di hadapan kader dan tokoh yang hadir dalam Rakernas.
Gerakan Rakyat mengunci dukungan pada Anies Baswedan.
Sahrin menyebut dukungan tersebut bersifat total dan tidak berubah. Seluruh sumber daya organisasi diarahkan untuk mendorong Anies Baswedan menuju kontestasi kepresidenan mendatang.
Anies Baswedan disebut sebagai identitas partai.
Sahrin menyatakan Gerakan Rakyat dan Anies Baswedan memiliki ikatan yang tidak terpisahkan. Pernyataan ini menunjukkan posisi Anies sebagai figur sentral dalam perjuangan politik partai baru tersebut.
Anies Baswedan sudah menerima KTA Gerakan Rakyat.
Pada 17 Desember 2025, Anies menerima kartu tanda anggota bernomor 0001 langsung dari Sahrin Hamid. KTA ini mengukuhkan Anies sebagai anggota kehormatan utama dan simbol arah perjuangan partai.
Gerakan Rakyat menargetkan pendaftaran resmi Februari 2026.
Partai ini menyiapkan diri untuk mendaftar ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Target tersebut menjadi prioritas agar Gerakan Rakyat sah sebagai partai politik sesuai undang-undang.
Sahrin Hamid menyerukan militansi kader.
Ia meminta seluruh kader bekerja keras memenuhi syarat administratif dan struktural. Persyaratan tersebut mencakup kepengurusan, keanggotaan, dan kelengkapan organisasi.
Gerakan Rakyat yakin lolos verifikasi negara.
Sahrin menyatakan optimisme bahwa seluruh syarat dapat dipenuhi tepat waktu. Keyakinan ini disebut sebagai bukti keseriusan membangun partai politik dengan fondasi kuat.
Gerakan Rakyat memulai babak baru politik praktis.
Transformasi ini menempatkan Gerakan Rakyat sebagai kendaraan politik yang fokus mengusung Anies Baswedan. Langkah ini sekaligus memperjelas peta dukungan politik menjelang kontestasi nasional berikutnya.


