Jakarta, Infojurnalis.com — Budaya Kerja BerAKHLAK DJKI terus dimantapkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum melalui forum konsinyering pada 27 hingga 30 Juli 2026. Kegiatan pembinaan pegawai yang berlangsung di The Grand Platinum Hotel Jakarta Pusat ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris DJKI Tessa Harumdila.
Budaya kerja BerAKHLAK bagi Aparatur Sipil Negara ditegaskan Tessa bukan sekadar pajangan atau slogan semata. Pihaknya menekankan bahwa nilai integritas menduduki posisi paling utama yang wajib ditopang dengan kedisiplinan serta loyalitas penuh dalam melayani masyarakat.

Perubahan iklim kerja di lingkungan DJKI dinilai perlu bermula dari pembenahan mentalitas sumber daya manusia. Kedisiplinan setiap aparatur saat menuntaskan kewajiban harian menjadi indikator utama dalam membentuk organisasi yang tangguh, adaptif, dan profesional.
Penerapan tata kelola ini juga diselaraskan dengan era digitalisasi yang tengah berjalan di lingkungan Kementerian Hukum. Seluruh pegawai diminta memanfaatkan teknologi secara bijak serta transparan demi mencegah praktik kecurangan dan meningkatkan efisiensi layanan publik.

Agenda konsinyering selama empat hari ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi interaktif, serta evaluasi budaya organisasi. Pembekalan tersebut menghadirkan pakar dari KemenPANRB dan BKN, serta diikuti oleh pejabat manajerial, nonmanajerial, hingga perwakilan Biro SDM Kementerian Hukum. (Red/Rel).


