Jawa Barat, Infojurnalis.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) sebagai upaya membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Program Ananda Bersinar menjadi salah satu strategi BNN dalam memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045. Melalui program ini, pelajar didorong untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya narkotika sekaligus berperan aktif dalam lingkungan sosialnya.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui partisipasi BNN dalam Kongres ke-IV Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) yang diikuti 585 pelajar SMA/SMK sederajat dari wilayah Jabodetabek dan Banten. Kegiatan berlangsung di PPSDM BNN, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kongres bertema “Mewujudkan Generasi BP2M yang Berintegritas, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045” tersebut, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, memaparkan kondisi terkini penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang masih menjadi tantangan serius bagi masa depan bangsa.
Aldrin menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Karena itu, para pelajar diajak mengambil peran dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan teman sebaya atau peer-to-peer influence.

Menurutnya, pengaruh positif dari sesama pelajar dapat menjadi kekuatan penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui program Ananda Bersinar, para pelajar didorong menjadi teladan sekaligus penggerak kampanye hidup sehat dan bebas narkoba.
“Kami membutuhkan energi, inovasi, dan idealisme generasi muda untuk menjadi bagian dari gerakan besar mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika. Perjuangan melawan narkotika adalah perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Aldrin.
BNN menilai pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045 harus dibarengi dengan karakter yang kuat, kepemimpinan yang baik, wawasan global, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, saat membuka Kongres ke-IV BP2M. Ia menekankan pentingnya melahirkan generasi kosmopolitan yang memiliki mental aktivis, kompetensi global, dan jiwa nasionalisme untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui Ananda Bersinar, BNN berharap semakin banyak pelajar yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Tidak hanya menjauhi narkotika, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Red/Rel).
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI.


