Pamekasan, Infojurnalis.com – Ekspor 12 ton ikan kerapu hidup dari Madura ke Hongkong, Tiongkok, menjadi bukti bahwa sektor perikanan di wilayah kepulauan Jawa Timur tersebut memiliki daya saing di pasar internasional. Pengiriman komoditas unggulan itu berhasil dilakukan oleh PT Bahari Dewata Sejahtera pada Selasa (02/06/2026).
Ekspor 12 ton ikan kerapu hidup tersebut berasal dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kawasan kepulauan itu selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hasil laut berkualitas yang menghasilkan berbagai komoditas perikanan unggulan.
Ikan kerapu hidup yang dikirim ke Hongkong merupakan produk perikanan yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa hasil laut dari Madura mampu memenuhi kebutuhan pasar global sekaligus bersaing dengan produk perikanan dari berbagai negara.
Keberhasilan pengiriman komoditas tersebut juga didukung oleh peran Bea Cukai Madura yang secara aktif memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Berbagai bentuk asistensi dan pelayanan dilakukan untuk membantu kelancaran proses ekspor sehingga produk perikanan lokal dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan pasar internasional.
Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pengembangan kegiatan ekspor di wilayah Madura. Menurutnya, pendampingan akan terus diberikan kepada para pelaku usaha agar ekspor dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami akan secara kontinu melakukan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah Madura, termasuk kepada PT Bahari Dewata Sejahtera, agar kegiatan ekspor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” ujar Novian Dermawan.
Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi produk perikanan Madura untuk menembus pasar internasional. Selain meningkatkan nilai jual hasil laut, kegiatan ekspor juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Red/Rel).


