10 Negara Paling Aman Saat Perang Dunia III, Ini Posisi Indonesia

Info Jurnalis – 10 negara paling aman jika Perang Dunia III terjadi menjadi topik yang kembali mengemuka seiring meningkatnya ketegangan global. Konflik antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara, mulai dari Iran di Timur Tengah hingga isu geopolitik di Greenland, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang berskala dunia.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh peringatan pakar perang nuklir dan jurnalis investigatif, Annie Jacobsen. Ia menegaskan bahwa jika perang nuklir benar-benar meletus, dampaknya akan berlangsung sangat cepat dan mematikan.

Dalam perhitungannya, sekitar 5 miliar orang berpotensi tewas dalam waktu kurang dari satu jam setelah serangan nuklir pertama diluncurkan. Gambaran ini ia sampaikan dalam wawancara di podcast The Diary of a CEO.

Perang Nuklir Hanya Butuh Menit untuk Menghancurkan Dunia

Jacobsen menjelaskan bahwa rudal balistik antarbenua hanya membutuhkan sekitar 26 menit 40 detik untuk mencapai Pantai Timur Amerika Serikat jika diluncurkan dari Rusia. Artinya, dunia memiliki waktu yang sangat sempit untuk merespons.

Ia menyebut, sejak peluncuran nuklir terdeteksi, umat manusia hanya memiliki kurang dari 90 menit sebelum dunia berubah secara drastis. Seluruh keputusan penting terjadi dalam hitungan menit.

Presiden Amerika Serikat, misalnya, hanya memiliki sekitar enam menit untuk memutuskan serangan balasan melalui dokumen rahasia yang dikenal sebagai “Buku Hitam”.

Dampak Terburuk Bukan Ledakan, Tapi Musim Dingin Nuklir

Jacobsen menekankan bahwa kehancuran tidak berhenti pada ledakan nuklir. Ia mengutip penelitian Brian Toon, profesor ilmu atmosfer, yang memperingatkan bahaya nuclear winter atau musim dingin nuklir.

Debu dan asap dari ledakan akan menutup sinar matahari, menyebabkan penurunan suhu ekstrem. Banyak wilayah dunia berpotensi tertutup salju selama bertahun-tahun.

“Sebagian besar dunia, terutama wilayah lintang tengah, akan tertutup lapisan es. Daerah seperti Iowa dan Ukraina bisa bersalju hingga 10 tahun,” ujar Jacobsen, dikutip dari The Economic Times (22/4/2025).

Kondisi ini akan memicu gagal panen global. Saat pertanian lumpuh, manusia akan menghadapi kelaparan massal. Kerusakan lapisan ozon juga membuat paparan sinar matahari menjadi sangat berbahaya.

Dalam skenario terburuk, manusia diperkirakan harus hidup di bawah tanah dengan sumber daya yang sangat terbatas.

Hanya Dua Negara Dinilai Punya Peluang Bertahan

Jacobsen menyebut hanya Selandia Baru dan Australia yang memiliki peluang realistis untuk bertahan hidup. Kedua negara ini dinilai masih mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian meski dunia dilanda krisis besar.

Namun, selain dua negara tersebut, ada sejumlah negara lain yang kerap dianggap relatif aman jika Perang Dunia III benar-benar terjadi.

10 Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Terjadi

Penilaian ini didasarkan pada faktor netralitas politik, isolasi geografis, dan minim keterlibatan konflik global, dikutip dari The Economic Times (24/11/2024).

  1. Swiss
    Swiss dikenal sebagai negara netral sejak Kongres Wina 1815 dan tidak terlibat perang sejak saat itu. Perlindungan Pegunungan Alpen, status negara terkurung daratan, serta ribuan bunker nuklir menjadikannya sangat siap menghadapi krisis.

  2. Selandia Baru
    Lokasinya yang terpencil di Pasifik Selatan menjauhkan negara ini dari pusat konflik global. Selandia Baru juga berada di peringkat atas Indeks Perdamaian Global dan memiliki perlindungan alami berupa pegunungan.

  3. Islandia
    Sebagai pulau terpencil di Atlantik Utara, Islandia minim kepentingan strategis dalam konflik global. Negara ini dikenal sangat damai dan relatif aman dari perang konvensional Eropa.

  4. Indonesia
    Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif sejak era Presiden Soekarno. Sebagai negara kepulauan yang independen dan tidak berpihak, Indonesia cenderung menjaga jarak dari konflik global, sebagaimana dilaporkan surat kabar Inggris Metro (3/12/2025).

  5. Bhutan
    Bhutan mengedepankan kebijakan Kebahagiaan Nasional Bruto dan perdamaian. Letaknya di kawasan Himalaya memberikan perlindungan alami, serta interaksi geopolitiknya sangat terbatas.

  6. Irlandia
    Irlandia memilih bersikap netral dan tidak bergabung dengan NATO. Sikap ini membuatnya kecil kemungkinan menjadi target konflik berskala global.

  7. Fiji
    Negara kepulauan di Pasifik ini berada jauh dari pusat konflik dunia. Kekayaan alam dan peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global mendukung ketahanan jangka panjang.

  8. Australia
    Australia memiliki wilayah luas, kepadatan penduduk rendah, dan sumber daya alam melimpah. Faktor ini membuatnya kurang menarik sebagai target perang besar.

  9. Norwegia
    Meski anggota NATO, Norwegia memiliki medan terjal, populasi kecil, dan lokasi di wilayah Arktik yang dinilai dapat mengurangi dampak konflik.

  10. Chili
    Chili dilindungi Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik. Infrastruktur yang relatif maju serta sumber daya alam yang beragam membuatnya dinilai mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.

Perang Dunia III berpotensi membawa kehancuran dalam waktu yang sangat singkat. Meski tidak ada negara yang benar-benar aman, faktor netralitas, lokasi geografis, dan ketahanan sumber daya menjadi penentu utama peluang bertahan hidup.

Indonesia, dengan politik luar negeri bebas aktif dan posisi sebagai negara kepulauan, termasuk dalam daftar negara yang dinilai relatif aman jika konflik global terburuk terjadi.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news