Info Jurnalis – Visual snow syndrome adalah gangguan penglihatan langka. Penderitanya melihat titik-titik kecil seperti salju atau semut di seluruh bidang pandang. Gejala ini muncul terus-menerus. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup.
Visual snow syndrome berbeda dari rabun jauh, katarak, atau astigmatisme. Pemeriksaan mata umumnya normal. Gangguan ini tidak berasal dari kerusakan fisik pada mata. Masalah terjadi pada cara otak memproses informasi visual.
Apa Itu Visual Snow Syndrome
Visual snow syndrome membuat sensasi “salju visual” muncul sepanjang waktu. Gejala tetap ada saat mata terbuka atau tertutup. Mengedipkan atau memicingkan mata tidak menghilangkannya.
Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba. Bisa juga bersifat kronis. Anak-anak dan orang dewasa sama-sama bisa mengalaminya.
Gejala Visual Snow Syndrome yang Sering Terjadi
Gejala setiap penderita berbeda. Sebagian ringan. Sebagian lain menetap dan kompleks.
Titik-titik salju memiliki ciri berikut:
- Selalu bergerak di seluruh penglihatan
- Muncul sepanjang hari tanpa jeda
- Memburuk di ruangan gelap
- Lebih jelas saat melihat permukaan polos dan terang seperti dinding putih
Gejala lain yang sering menyertai:
- Lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya
- Objek tampak berbayang atau berulang atau palinopsia
- Sensitivitas tinggi terhadap cahaya
- Telinga berdenging
- Sulit tidur
- Migrain dengan aura
- Pusing dan mual
Penyebab dan Faktor Risiko Visual Snow Syndrome
Penyebab pasti visual snow syndrome belum diketahui. Sejumlah faktor diduga berperan berdasarkan temuan klinis.
Faktor yang sering dikaitkan:
- Aktivitas listrik abnormal di korteks visual otak
- Riwayat migrain, terutama migrain dengan aura
- Penggunaan obat tertentu untuk gangguan saraf atau depresi
- Paparan zat psikoaktif seperti LSD atau ekstasi
- Riwayat cedera kepala berat
Visual snow syndrome bukan akibat katarak atau glaukoma. Karena itu, hasil pemeriksaan mata biasanya normal.
Penanganan Visual Snow Syndrome yang Dilakukan Saat Ini
Belum ada obat yang terbukti menyembuhkan penyakit ini. Penanganan berfokus pada pengendalian gejala dan adaptasi aktivitas.
Hindari Pemicu
Cahaya silau, stres, dan kurang tidur sering memperburuk gejala. Mengatur lingkungan dan jadwal istirahat membantu mengurangi gangguan visual.
Gunakan Kacamata Filter
Lensa khusus sesuai anjuran dokter dapat mengurangi silau. Banyak penderita merasa penglihatan lebih nyaman saat beraktivitas di tempat terang.
Jalani Terapi
Terapi perilaku kognitif membantu penderita mengelola stres. Terapi ini tidak menghilangkan gejala visual, tetapi membantu adaptasi mental.
Jaga Pola Tidur
Tidur teratur membantu otak beristirahat. Kurang tidur sering membuat salju visual lebih intens.
Hindari Alkohol dan Narkoba
Alkohol dan zat psikoaktif memengaruhi sistem saraf pusat. Konsumsi zat ini dapat memperparah gejala.
Lakukan Teknik Relaksasi
Meditasi, yoga, dan pernapasan dalam membantu menurunkan ketegangan. Latihan rutin membantu tubuh beradaptasi dengan gangguan visual.
Hidup dengan Visual Snow Syndrome
Penyakit ini belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Banyak penderita tetap menjalani aktivitas normal. Kunci utamanya adalah mengenali pemicu, mengelola gejala, dan menyesuaikan gaya hidup. Adaptasi yang tepat membuat kualitas hidup tetap terjaga.


