Info Jurnalis – Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung paling sering terjadi. Kondisi ini berbahaya. Penyakit ini bisa merenggut nyawa jika tidak ditangani sejak awal.
Penyakit jantung koroner muncul saat arteri koroner tersumbat. Penyumbatan berasal dari plak. Plak terbentuk dari lemak, kalsium, dan fibrin. Proses ini disebut aterosklerosis.
Plak menempel di dinding arteri. Proses ini bisa mulai sejak usia muda. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Plak membuat pembuluh darah menyempit. Aliran darah kaya oksigen ke jantung jadi terganggu.
Plak juga bisa menutup sebagian besar aliran darah. Jika sumbatan terjadi di arteri koroner, serangan jantung bisa muncul. Inilah kondisi paling berbahaya dari penyakit jantung koroner.
Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner yang Paling Umum
Merokok Mempercepat Kerusakan Arteri
Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung koroner secara signifikan. Data menunjukkan lebih dari 30 persen penderita serangan jantung adalah perokok aktif.
Nikotin dan karbon monoksida membuat jantung bekerja lebih keras. Zat ini memicu pembekuan darah. Bahan kimia rokok juga merusak lapisan arteri koroner.
Kolesterol Tinggi Memicu Plak
Kolesterol tinggi memicu penyumbatan pembuluh darah. LDL dan trigliserida berperan besar. Kolesterol ini mudah menumpuk di arteri koroner.
Diabetes Gandakan Risiko
Penderita diabetes memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung koroner. Risiko meningkat jika gula darah tidak terkontrol.
Dinding pembuluh darah penderita diabetes cenderung lebih tebal. Kondisi ini menghambat aliran darah ke jantung.
Penggumpalan Darah Hambat Aliran
Trombosis di arteri koroner menghambat suplai darah ke jantung. Kondisi ini berkaitan dengan peradangan, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan stres.
Tekanan Darah Tinggi Bebani Jantung
Tekanan darah di atas 140 per 90 mmHg termasuk hipertensi. Tekanan ini membuat jantung bekerja lebih keras.
Tekanan sistolik muncul saat jantung memompa darah. Tekanan diastolik terjadi saat jantung menerima aliran darah balik.
Obesitas Tingkatkan Beban Pembuluh Darah
Obesitas meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Kolesterol baik berperan melindungi jantung.
Berat badan berlebih juga menaikkan tekanan darah. Tubuh butuh lebih banyak darah untuk menyuplai oksigen.
Faktor Genetik Tidak Bisa Diabaikan
Riwayat keluarga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Penelitian menemukan varian gen tertentu pada penderita penyakit ini.
Gen berperan dalam pengaturan tekanan darah dan kolesterol. Risiko tetap bergantung pada gaya hidup.
Kurang Aktivitas Picu Penumpukan Lemak
Jarang olahraga membuat tubuh sulit mengubah lemak menjadi energi. Lemak menumpuk dan menaikkan kolesterol jahat.
Kondisi ini mempercepat terbentuknya plak di arteri koroner.
Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida. Kedua faktor ini memicu penyumbatan pembuluh darah jantung.
Cara Menekan Risiko Penyakit Jantung Koroner
Risiko penyakit jantung koroner bisa dikurangi. Langkahnya jelas dan terbukti.
Olahraga rutin membantu mengontrol berat badan dan kolesterol. Berhenti merokok melindungi arteri koroner. Pola makan seimbang menekan pembentukan plak. Batasi alkohol dan cukupi waktu istirahat.
Penyakit jantung koroner menurunkan kualitas hidup. Penyumbatan total arteri koroner bisa berujung serangan jantung. Pemeriksaan rutin penting bagi kelompok berisiko tinggi.
Deteksi dini menyelamatkan nyawa.


