Samosir, Infojurnalis.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mengusulkan Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, menjadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, program yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Usulan ini bertujuan mengembangkan potensi sejarah, budaya, pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Desa Sabulan memiliki beragam potensi, mulai dari persawahan terasering, Bukit Sipatungan, hingga panorama Danau Toba. Desa ini juga menyimpan situs budaya dan jejak sejarah yang berkaitan dengan Si Raja Lontung.
Untuk memastikan kesiapan desa, Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dipimpin Benny P. Girsang melakukan peninjauan langsung ke Desa Sabulan pada Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut bertujuan mencocokkan proposal Pemkab Samosir dengan kondisi nyata di lapangan.
Tim turut didampingi sejumlah pejabat Pemkab Samosir, di antaranya Kabid Sarpras Bapperida Yanti Ompusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Sitiotio Josro Tamba, Kepala Dinas Perkim Golfried Harianja, Kepala Dinas Sosial dan PMD Hans Rikardo Sidabutar, serta Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Kabupaten Samosir Pantas M. Sinaga.
Kepala desa dan masyarakat setempat juga menyambut kedatangan tim verifikasi. Mereka menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut, termasuk kesiapan mendukung penyediaan dan penataan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan.
Camat Sitiotio Josro Tamba berharap Desa Sabulan dapat terpilih sehingga memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut.
“Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Apabila desa ini memperoleh hasil dengan nilai yang terbaik maka akan memperoleh alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” kata Josro.
Perkuat Wisata Sejarah dan Budaya Batak
Dukungan juga disampaikan warga Desa Sabulan, Mahidin Pandiangan. Ia menilai program tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan potensi desa sekaligus melestarikan sejarah yang diwariskan kepada keturunan Si Raja Lontung.
“Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan mengapresiasi program Bapak Gubernur, akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Mahidin.
Ketua LAB Kabupaten Samosir Pantas M. Sinaga juga menekankan pentingnya penataan situs-situs budaya di Desa Sabulan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki arti penting dalam sejarah Si Raja Lontung sehingga perlu dikembangkan tanpa mengabaikan nilai-nilai budayanya.
“Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali. Segala administrasi dukungan akan disiapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang memaparkan rencana pengembangan tersebut di Kantor Bupati Samosir. Ia menyebut peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting–Janji Raja menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan Desa Sabulan.
Jalan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membuka akses darat dari Kabupaten Humbang Hasundutan menuju Kabupaten Samosir.
Hotraja menilai perpaduan bentang alam, sejarah, budaya, legenda, dan potensi wisata menjadikan Sabulan layak dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis kreativitas masyarakat.
“Kami berharap Kampung Kreatif ini bisa terwujud di Sabulan. Ke depan akan menjadi prioritas dan andalan Samosir untuk pariwisata,” ungkap Hotraja.
Berpeluang Mendapat Bantuan hingga Rp50 Miliar
Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Benny P. Girsang menjelaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan bagian dari proses penilaian terhadap proposal yang diajukan pemerintah daerah.
Menurut Benny, desa yang terpilih berpeluang memperoleh bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mulai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, bergantung pada hasil penilaian dan kebutuhan yang tercantum dalam proposal.
“Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada dukungan dari APBD terhadap penguatan hal-hal lain. Harus ada kolaborasi. Yang paling rendah Rp5 miliar dan yang terbaik Rp50 miliar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proses verifikasi akan dilaksanakan secara profesional. Hasil penilaian akan dibawa ke sidang pleno untuk menentukan hasil selanjutnya.
Benny juga mengingatkan bahwa kesiapan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian rencana pembangunan dengan kondisi lapangan menjadi aspek penting dalam penilaian.
Sebanyak 45 desa di Sumatera Utara disebut bersaing untuk mendapatkan program Kampung Kreatif Sumut Berkah. Karena itu, kesiapan desa tidak cukup dibuktikan melalui dokumen proposal, tetapi juga harus terlihat dari dukungan masyarakat dan kondisi faktual kawasan.
“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif, harus mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Benny.
Usulkan Penataan Kawasan Terintegrasi
Kepala Bapperida Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan bahwa proposal pengembangan Desa Sabulan disusun dengan pendekatan terintegrasi. Rencana tersebut mencakup pengembangan budaya dan seni lokal, pariwisata, kerajinan, industri kreatif, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pertanian, infrastruktur, serta teknologi.
Sabulan juga direncanakan menjadi salah satu pintu gerbang kawasan melalui jalur darat dan Danau Toba. Pengembangan ini berpotensi dihubungkan dengan sentra kuliner, gerai suvenir, dan pertunjukan seni.
Produk makanan tradisional Batak serta industri rumah tangga yang memproduksi alat musik tradisional dan makanan lokal turut diproyeksikan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Adapun pembangunan yang diusulkan meliputi penataan persawahan terasering Sabulan, pembangunan tempat istirahat atau rest area, penyediaan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan, penataan area parkir, serta penataan situs budaya.
Proposal tersebut juga mencakup penyediaan sumber air bersih, pembangunan dan peningkatan jalan antar dusun, pembangunan jaringan irigasi pertanian, serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
Untuk mendukung kelestarian lingkungan, Pemkab Samosir turut mengusulkan pengadaan bibit tanaman buah. Seluruh konsep pengembangan disebut telah dilengkapi dengan Detail Engineering Design (DED) dan master plan, dengan total nilai proposal mencapai Rp50 miliar.
Melalui usulan Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemkab Samosir berharap potensi sejarah dan budaya Desa Sabulan dapat dikembangkan bersama sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
Namun, realisasi program dan dukungan anggaran masih bergantung pada hasil verifikasi serta penilaian. Jika terpilih, pengembangan kawasan diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya dan lingkungan Desa Sabulan.(Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir.


