Rico Waas Dorong Transformasi PUD RPH Medan, Hilirisasi Daging dan Cold Storage Jadi Prioritas

Medan, Infojurnalis.com – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan untuk segera melakukan transformasi bisnis melalui hilirisasi produk daging dan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage). Langkah ini dinilai penting agar perusahaan daerah tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan dari jasa pemotongan hewan.

Arahan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi PUD RPH Triwulan III di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (28/07/2026). Rapat juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, jajaran pimpinan perangkat daerah Pemko Medan, serta Direktur Utama PUD RPH Irwansyah Gultom bersama jajaran direksi.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas meminta PUD RPH lebih agresif mengembangkan usaha dengan memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki. Menurutnya, perusahaan daerah harus mampu menciptakan sumber pendapatan baru agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Selain itu, PUD RPH juga diminta aktif menawarkan peluang kerja sama kepada perusahaan di berbagai daerah, termasuk di Pulau Jawa. Pengurus perusahaan diharapkan menjemput peluang investasi dengan menyiapkan proposal bisnis yang menarik dan profesional.

Rico Waas menegaskan bahwa pembenahan internal harus menjadi langkah pertama sebelum menggandeng investor. Sistem kerja, tata kelola perusahaan, serta standar operasional perlu diperkuat agar mampu meningkatkan kepercayaan calon mitra usaha.

Potensi aset berupa lahan seluas lima hektare juga menjadi perhatian. Menurutnya, luas lahan tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan yang optimal bagi perusahaan daerah.

Ia menilai jumlah pemotongan sapi yang saat ini berkisar 892 ekor per bulan masih belum cukup untuk mendukung kondisi keuangan perusahaan agar lebih sehat.

Untuk meningkatkan nilai ekonomi aset, Rico Waas mendorong pemanfaatan lahan yang belum digunakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk untuk pengembangan usaha peternakan unggas. Sebelum ditawarkan kepada investor, lahan tersebut diminta segera diukur dan dilakukan penilaian oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Hilirisasi produk daging juga menjadi fokus utama yang harus segera dijalankan. PUD RPH didorong memproduksi berbagai produk olahan seperti bakso dan kornet sehingga perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada layanan pemotongan hewan.

Sebagai tindak lanjut, Rico Waas meminta proposal pengembangan PUD RPH yang memuat analisis bisnis secara komprehensif diselesaikan secara profesional dalam pekan ini. Evaluasi berkala tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis agar PUD RPH Kota Medan berkembang menjadi badan usaha milik daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news