Serdang Bedagai, Infojurnalis.com – Serangan hama pada tanaman kelapa sawit remaja di PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menjadi perhatian Komisi II DPRD Sergai. Pihak manajemen perusahaan mengakui kesulitan mengendalikan serangan tersebut karena terdapat beberapa jenis hama dengan karakteristik berbeda.
Pengakuan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Sergai di Ruang Rapat Komisi II DPRD Sergai, Rabu (04/11/2026).
Rapat tersebut digelar untuk meminta penjelasan manajemen perusahaan terkait dugaan penyimpangan anggaran pemeliharaan tanaman, terutama untuk pengendalian gulma dan penanganan hama. Persoalan ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diberitakan sejumlah media.
Dalam RDP tersebut, Asisten Kepala (Askep) Kebun Tanah Raja, Muhamad Yamin, hadir bersama dua Asisten Afdeling, Maruli Tumpal dan Jodi Erlangga.
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Sergai, Muhamad Yamin membenarkan adanya serangan hama pada tanaman sawit remaja. Menurutnya, luas tanaman yang terdampak diperkirakan hampir 5 persen dari total areal sawit remaja.
“Terkait pemberitaan media dugaan serangan hama, kami akui memang ada. Luasan yang terserang hampir 5 persen dari areal sawit remaja. Kami sudah coba tanggulangi, tapi memang sulit karena ada jenis hama yang berbeda,” ujar Muhamad Yamin.
PTPN IV Gandeng Lonsum untuk Penanganan Hama
Manajemen Kebun Tanah Raja mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi serangan hama tersebut.
Salah satunya dengan berkoordinasi dan mendatangi PT London Sumatra (Lonsum), yang memiliki areal perkebunan berdekatan dengan Kebun Tanah Raja.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan hama secara serentak agar penyebarannya dapat dikendalikan.
Meski demikian, Muhamad Yamin mengakui bekas serangan hama masih terlihat pada sejumlah tanaman ketika dilakukan pemantauan di lapangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah membantu melakukan pengawasan melalui pemberitaan.
“Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu dalam pengawasan,” ucapnya.
Ketua PWI Sergai Pertanyakan Klaim Serangan Hama 5 Persen
Pernyataan manajemen mengenai luas serangan hama yang diperkirakan hampir 5 persen mendapat tanggapan dari CEO Media TIMENEWS sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sergai, Sugiono.
Sugiono mempertanyakan dasar perhitungan perusahaan dalam menentukan persentase tanaman yang terserang hama.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman yang terdampak terlihat cukup luas dan memprihatinkan. Karena itu, ia meminta manajemen menjelaskan dasar penetapan angka 5 persen tersebut.
“Dari mana 5 persen? Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, tanaman yang terserang hama di lokasi cukup luas dan memprihatinkan. Dari mana perhitungan bahwa hanya maksimal 5 persen tanaman yang terserang hama?” tegas Sugiono.
Ia juga mengingatkan bahwa lokasi perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja berada di tengah kawasan permukiman warga.
Menurut Sugiono, serangan hama yang tidak segera ditangani secara optimal berpotensi meluas dan berdampak terhadap tanaman milik masyarakat di sekitar perkebunan.
“Perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja berada di tengah-tengah permukiman warga. Namanya hama, jika tidak diatasi, tentu berpotensi berdampak terhadap tanaman milik warga,” ungkapnya.
DPRD Sergai Dalami Dugaan Penyimpangan Anggaran
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sergai, Hengki Sirait, menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami persoalan serangan hama sekaligus penggunaan anggaran pemeliharaan tanaman di Kebun Tanah Raja.
Menurutnya, anggaran pemeliharaan yang bersumber dari keuangan negara harus digunakan sesuai peruntukannya. Penggunaannya juga perlu dipastikan tepat sasaran agar tidak mengganggu produktivitas tanaman maupun menimbulkan kerugian negara.
“Kami Komisi II akan dalami lagi. Jangan sampai ada anggaran pemeliharaan yang tidak tepat sasaran sehingga berdampak pada produktivitas tanaman dan merugikan negara,” tegas Hengki.
Hengki juga meminta manajemen PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja lebih terbuka ketika menerima konfirmasi dari wartawan.
Ia menilai media memiliki peran penting sebagai mitra kontrol sosial yang dapat membantu mengawasi kegiatan perusahaan serta mendorong perbaikan dalam pengelolaannya.
“Saya minta ke pihak manajemen agar terbuka saat dikonfirmasi wartawan. Jangan ada minder atau tertutup dengan awak media. Justru media ini mitra kita untuk mengawasi dan memperbaiki,” ujar Hengki.
Sebagai tindak lanjut hasil RDP, Komisi II DPRD Sergai menyatakan akan melakukan peninjauan langsung ke Kebun Tanah Raja.
Peninjauan tersebut bertujuan melihat kondisi tanaman yang terserang hama sekaligus mendalami persoalan pemeliharaan perkebunan secara langsung di lapangan. (Rasum).


