Samosir — Pesta Bolon PSBBI akan digelar pada 2–4 Juli 2026 di Desa Ginolat-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi rangkaian Musyawarah Besar (Mubes) Punguan Sagalaraja Boru Bere Ibebere (PSBBI) dan telah resmi masuk dalam kalender pesta budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.
Pesta Bolon PSBBI mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Dukungan tersebut disampaikan Asisten II Hotraja Sitanggang saat menerima audiensi pengurus PSBBI di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (24/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum DPP PSBBI Drs. R. M. Sagala, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Tumpak Sagala, Wakil Ketua Panitia Hotman Sagala, Ketua PSBBI Samosir P. Sagala, dan Panitia Lokal Lundak Sagala. Dari jajaran Pemkab Samosir hadir Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta perwakilan sejumlah OPD.
Asisten II Hotraja Sitanggang menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan Bona Pasogit atau kampung halaman. Menurutnya, kegiatan adat berskala besar seperti ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat pelestarian budaya Batak.
“Kami menyambut baik kehadiran punguan marga Sagalaraja untuk membangun Samosir. Kegiatan ini akan mendongkrak pariwisata dan melestarikan budaya,” ujar Hotraja.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Samosir siap berpartisipasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing organisasi perangkat daerah. Seluruh program akan diintegrasikan agar kegiatan berlangsung semarak dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ketua Umum DPP PSBBI, R. M. Sagala, menjelaskan bahwa Pesta Bolon dilaksanakan sebagai dukungan terhadap Mubes sekaligus upaya nyata mendorong kemajuan Samosir. Ia menyebut Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua yang memiliki tanggung jawab moral membangun Bona Pasogit.

Menurutnya, marga Sagala tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga tersebar di berbagai negara. Kerinduan untuk kembali dan berkontribusi di Samosir menjadi alasan utama penyelenggaraan kegiatan ini.
Salah satu program unggulan dalam rangkaian Pesta Bolon adalah penanaman 1.000 batang pohon durian. Setiap rumah tangga di perkampungan Sagala direncanakan menanam pohon durian guna menjadikan kawasan tersebut sebagai kampung durian dan daya tarik wisata baru.
Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja, Tumpak Sagala, menyatakan bahwa pelestarian lingkungan menjadi agenda penting. Penanaman durian diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa pertanian juga dapat menjadi sumber kesejahteraan.
Selain kegiatan lingkungan, Pesta Bolon akan dimeriahkan berbagai acara budaya seperti perlombaan tor-tor, atraksi mossak Batak, martumba, tari sawan, manghunti tandok, mamborothon horbo, serta margondang. Akan digelar pula lomba lari maraton mengelilingi Pusuk Buhit, pesta kembang api, dan hiburan rakyat dengan menghadirkan artis nasional.
Rangkaian kegiatan juga mencakup aksi kebersihan di Huta Sagala dan sumber mata air, serta pengukuhan pengurus BPH terpilih periode 2026–2030.

Ketua Panitia Daerah, Lundak Sagala, menyampaikan apresiasi atas perkembangan Kabupaten Samosir yang kini memasuki usia ke-22 tahun. Ia menilai Samosir telah berkembang menjadi daerah tujuan wisata dan berharap kolaborasi ini berjalan sukses.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, memastikan dukungan publikasi agar informasi kegiatan tersebar luas kepada masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, Pesta Bolon PSBBI 2026 diharapkan menjadi momentum besar pelestarian budaya Batak sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Samosir. (Red/Rel)
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir


