Simalungun, infojurnalis.com — Macet parah Parapat terjadi saat puncak libur Lebaran 1447 Hijriah. Lonjakan wisatawan ke kawasan Danau Toba membuat arus lalu lintas di wilayah Parapat nyaris lumpuh, khususnya di jalur Pematangsiantar–Parapat.
Macet parah Parapat ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata. Ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat memadati jalan sejak pagi hingga siang hari.
Kepadatan semakin parah karena dominasi kendaraan roda dua yang tetap melintas meski telah diterapkan rekayasa lalu lintas. Kondisi ini membuat laju kendaraan tersendat dan antrean semakin panjang di sejumlah titik.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, Yancen Hutabarat, menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan. Salah satunya dengan pengalihan arus di beberapa titik strategis.
Namun, lonjakan kendaraan yang sangat tinggi menjadi kendala utama dalam pengendalian arus lalu lintas. Situasi ini membuat upaya rekayasa lalu lintas belum mampu sepenuhnya mengurai kepadatan.
Sementara itu, Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Sijabat, menyebut kondisi pada H+2 Lebaran tahun ini jauh lebih padat dibanding hari biasa. Penerapan sistem satu arah atau one way justru membuat antrean kendaraan roda empat semakin panjang, terutama dari arah Toba.
Pemerintah setempat mengimbau para pengendara untuk tetap bersabar dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengguna jalan juga diminta mematuhi aturan lalu lintas yang telah ditetapkan petugas di lapangan.
Di sisi lain, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pengangkutan sampah sempat mengalami kendala akibat terhambatnya mobilitas armada karena kemacetan.
Lonjakan pengunjung ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Danau Toba saat libur Lebaran. Namun, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengelola lalu lintas dan kebersihan kawasan wisata. (Febi).


