Samosir, infojurnalis.com – Program Desa Cantik 2026 mulai diperkuat di Kabupaten Samosir melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang digelar di Kantor Camat Pangururan, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya data berkualitas sebagai dasar pembangunan desa yang tepat sasaran.
Desa Cantik 2026 menjadi fokus utama karena dinilai mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Immanuel T.P. Sitanggang, menegaskan bahwa data yang akurat dan terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan program desa.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh kepala desa yang menjadi lokasi program Desa Cantik. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam mendukung penguatan data statistik.
Immanuel mengapresiasi peran Badan Pusat Statistik Kabupaten Samosir yang terus melakukan pembinaan kepada desa secara berkelanjutan. Ia menegaskan Diskominfo memiliki peran penting dalam mendukung digitalisasi, pengelolaan data, hingga penyebarluasan informasi desa.
Diskominfo berperan dalam memastikan data yang dihasilkan desa benar-benar berkualitas. Dukungan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur digital, pembinaan teknis, pengembangan website desa, penguatan agen statistik, hingga inovasi aplikasi berbasis data.
Program Desa Cantik 2026 diharapkan dapat menjangkau seluruh desa di Kabupaten Samosir. Dengan cakupan yang luas, kualitas data desa diharapkan semakin meningkat dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala BPS Kabupaten Samosir, Devitanorani Saragih, menjelaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Karena itu, kualitas data di tingkat desa sangat menentukan kualitas perencanaan dan hasil pembangunan.
Ia menegaskan, data yang berkualitas akan menghasilkan perencanaan yang baik dan berdampak langsung pada pembangunan yang tepat sasaran. Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan kemampuan desa dalam mengelola statistik.
Untuk tahun 2026, terdapat tiga desa yang menjadi sasaran pembinaan, yaitu Desa Pardomuan I, Desa Hutanamora, dan Desa Parsaoran I. Ketiga desa ini akan mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan data statistik.
Perwakilan kepala desa, Ihut Irencius Malau, menyampaikan dukungan terhadap program tersebut. Namun, ia juga mengungkapkan adanya kendala seperti keterbatasan anggaran serta perlunya kejelasan dalam pengolahan data, termasuk penentuan desil kesejahteraan masyarakat.
Camat Pangururan, Robintang Elfrianto Naibaho, menekankan bahwa data harus memenuhi prinsip akurat, lengkap, konsisten, relevan, dan selalu diperbarui agar dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Dukungan juga datang dari Dinas Sosial PMD Kabupaten Samosir melalui perwakilannya, Boranto Tamba, yang menyatakan komitmen untuk mendukung keberlanjutan program melalui koordinasi lintas sektor.
Hal serupa disampaikan perwakilan Bapperida Samosir, Shintya Sitompul, yang menilai data desa sangat penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan agar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kegiatan ini, peserta juga menerima berbagai materi pembinaan, mulai dari penyelenggaraan statistik sesuai standar nasional, pengelolaan metadata, identifikasi kebutuhan desa, hingga sosialisasi program nasional seperti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui sosialisasi ini, desa-desa di Kabupaten Samosir diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir.


