Keracunan MBG Meledak, Kepala BGN Salahkan SPPG

Info Jurnalis – Keracunan MBG kembali terjadi pada awal 2026. Program Makan Bergizi Gratis mencatat ratusan korban di sejumlah daerah. Pemerintah mengakui ada masalah serius dalam pelaksanaan di lapangan.

Keracunan MBG terjadi di Muaro Jambi, Kudus, dan Cikalongkulon. Total korban mencapai 427 orang. Seluruh korban mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan penyebab insiden. Ia menyebut pelaksana di lapangan tidak mematuhi standar operasional prosedur. Kesalahan paling sering muncul pada pemilihan bahan baku makanan.

Dadan menyampaikan penjelasan itu melalui pesan teks pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ia menilai kurangnya kecermatan saat memilih bahan makanan menjadi pemicu utama kasus di Januari. Ia juga menyebut kesalahan penyusunan menu sebagai faktor tambahan.

Keracunan MBG di Muaro Jambi menimpa 110 pelajar. Korban berasal dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Seluruh siswa menunjukkan gejala keracunan setelah menyantap MBG.

Di Kudus, Jawa Tengah, 112 siswa terdampak. Korban berasal dari sekolah dasar dan menengah. Pemerintah daerah memberikan perawatan medis kepada seluruh siswa.

Kasus terbesar terjadi di Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak 205 orang menjadi korban. Mereka terdiri dari anak usia dini, siswa SD, SMP, hingga balita.

BGN menyatakan akan menekan keracunan MBG melalui akreditasi dan sertifikasi satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG pada 2026. Program ini ditujukan untuk memperketat standar keamanan pangan.

Saat ini, baru sekitar 3.000 SPPG yang mengikuti proses penilaian. Jumlah itu masih sebagian kecil dari seluruh pelaksana MBG. BGN menyatakan penilaian akan berlanjut hingga semua SPPG terakreditasi.

Fakta di lapangan menunjukkan keracunan MBG terus meningkat. Kasus muncul di banyak daerah dalam waktu singkat. Data ini menegaskan masalah keamanan pangan MBG belum terkendali dan masih menyisakan risiko bagi penerima manfaat.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news