Humbang Hasandutan — Bantuan INALUM untuk rehabilitasi gereja terdampak banjir di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, mulai disalurkan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda daerah tersebut pada akhir 2025. Bantuan tersebut diberikan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kepada sejumlah rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Bantuan INALUM diserahkan pada Kamis, 5 Maret 2026, melalui Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Penyerahan dilakukan kepada Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., untuk kemudian diteruskan kepada gereja-gereja penerima manfaat yang terdampak bencana.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di daerahnya. Menurutnya, dukungan dari INALUM menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas masih kuat dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Ia menyebutkan bahwa perhatian dari berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat pemulihan masyarakat, terutama dalam memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat banjir, termasuk rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual warga.
Bantuan INALUM diberikan kepada tiga gereja yang mengalami kerusakan akibat banjir, yaitu HKBP Panggunggungan, HKI Jagapayung, dan GKLI Bantoon. Ketiga gereja tersebut terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Pendeta HKI Jagapayung, Pdt. Timbul Barita Sitorus, mewakili penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh INALUM dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Ia mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki gereja agar jemaat dapat kembali beribadah dengan nyaman.
Menurutnya, INALUM bahkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei sebelum menyalurkan bantuan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi gereja yang benar-benar terdampak bencana.

Kepala Departemen CSR INALUM, Zainuddin Iqbal Sidabutar, menjelaskan bahwa bantuan rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu masyarakat di wilayah operasional dan sekitarnya.
Ia mengatakan INALUM tidak hanya hadir saat masa tanggap darurat, tetapi juga terus mendampingi masyarakat dalam tahap pemulihan pascabencana, termasuk memperbaiki fasilitas keagamaan dan fasilitas umum yang rusak.
Menurut Zainuddin, rumah ibadah memiliki peran penting bagi masyarakat karena tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat penguatan spiritual dan ruang berkumpulnya komunitas untuk saling mendukung dalam menghadapi masa sulit.
Dengan pulihnya kondisi gereja, INALUM berharap jemaat dapat kembali menjalankan kegiatan ibadah dan pelayanan secara normal. Pemulihan rumah ibadah juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan moral dan sosial masyarakat setelah bencana.
Bencana banjir bandang sendiri terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap serta memicu longsor di beberapa titik wilayah.
Banjir bandang itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum, termasuk rumah ibadah. Sejumlah gereja mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan material yang terbawa arus.
Selain kerusakan bangunan, sebagian warga juga terpaksa mengungsi dan menjalani masa pemulihan setelah bencana. Program bantuan rehabilitasi dari INALUM diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak. (Zul).
Sumber: Corcom PT. Inalum.


