Medan, infojurnalis.com — Pemerintah Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan bencana banjir menjelang puncak musim hujan pada Oktober hingga November 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Medan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada 12–13 Oktober 2026. Menghadapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan meningkatkan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi penanganan darurat.
Kesiapsiagaan ini juga menjadi langkah antisipasi setelah Kota Medan mengalami banjir besar pada akhir tahun lalu. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas telah menginstruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana.
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menyampaikan kesiapan tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026). Ia menegaskan bahwa personel dan peralatan penanggulangan bencana telah disiapkan untuk menghadapi situasi darurat.
“BPBD senantiasa siaga menghadapi segala kemungkinan buruk di lapangan,” demikian penegasan kesiapan yang disampaikan pihak BPBD Kota Medan.
BPBD Medan Siagakan 53 Personel Reaksi Cepat
Untuk mempercepat penanganan bencana banjir, BPBD Kota Medan menyiagakan 53 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini bertugas merespons laporan darurat masyarakat, terutama ketika banjir atau genangan air membutuhkan penanganan segera.
Selain personel, BPBD juga menyiapkan berbagai sarana pendukung di posko siaga. Peralatan tersebut meliputi perahu karet, tenda pengungsian, serta kendaraan operasional yang dapat digunakan untuk mendukung mobilitas petugas saat menghadapi banjir.
Sistem komunikasi petugas di lapangan turut dilengkapi untuk mendukung kelancaran koordinasi. BPBD juga meningkatkan kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran kecamatan, kelurahan, dan para pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai kondisi wilayah rawan banjir dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan upaya pertolongan kepada masyarakat berjalan optimal.
Mitigasi Banjir Diperkuat melalui Edukasi Warga
Selain menyiapkan personel dan peralatan, BPBD Kota Medan juga menggalakkan edukasi mitigasi bencana. Salah satu langkah yang dilakukan ialah sosialisasi kesiapsiagaan banjir di lingkungan sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.
Yunita Sari mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang menyumbat saluran drainase dapat menghambat aliran air dan memperburuk genangan ketika hujan turun.
Warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi air. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan antartetangga agar informasi mengenai potensi bahaya dapat segera diketahui.
BPBD turut mengingatkan masyarakat agar memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi ketika cuaca memburuk.
Warga Diminta Segera Mengungsi Jika Air Sungai Naik
Dalam menghadapi potensi banjir, masyarakat diimbau tidak menunggu hingga kondisi membahayakan sebelum mengambil tindakan penyelamatan. Jika debit air sungai mulai meningkat dan situasi menunjukkan ancaman banjir, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang aman.
Saat mengungsi, warga disarankan membawa dokumen penting dan perlengkapan darurat yang diperlukan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan luapan sungai.
Dengan kesiapan 53 personel TRC, dukungan peralatan evakuasi, koordinasi lintas instansi, serta peningkatan edukasi masyarakat, Pemko Medan berupaya memperkuat mitigasi bencana banjir menjelang puncak musim hujan.
Kesiapsiagaan pemerintah perlu diimbangi partisipasi masyarakat agar potensi dampak banjir dapat diantisipasi sedini mungkin.(Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.


