Tebing Tinggi, Infojurnalis.com – Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi lokal melalui kerja sama strategis dengan Universitas Insania Sumatera Utara. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi jajaran akademika Universitas Insania Sumatera Utara di Kantor Wali Kota, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas penyusunan draf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Tebing Tinggi.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menekankan bahwa kolaborasi yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia berharap kerja sama tersebut juga dapat menghadirkan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu agar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Pemerintah daerah hanya minta kerja sama, ada juga beasiswa bantuan dan bagian bagi yang tidak mampu. Jadi, menggratiskan bagi yang tidak mampu,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, sinkronisasi draf MoU yang sedang disusun diharapkan segera dituntaskan sehingga program-program kerja sama dapat direalisasikan untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Tebing Tinggi.
Sementara itu, perwakilan Universitas Insania Sumatera Utara, Dr. Fiki Pardede, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjadi langkah strategis bagi pengembangan institusi. Ia menjelaskan, Universitas Insania yang berdiri sejak 2024 saat ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi berbentuk universitas di Kota Tebing Tinggi.
Saat ini Universitas Insania memiliki sekitar 600 mahasiswa dengan dukungan 70 dosen. Menurut Dr. Fiki Pardede, kerja sama dengan pemerintah daerah juga menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung peningkatan akreditasi perguruan tinggi.
“MoU ini sangat membantu untuk peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Salah satu syaratnya adalah adanya kerja sama dengan stakeholder, dalam hal ini pemerintah daerah,” katanya.
Ia menambahkan, Universitas Insania berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM di Kota Tebing Tinggi. Namun, pihaknya mengakui masih menghadapi tantangan operasional karena kampus yang berdiri relatif baru tersebut belum memiliki gedung permanen.
Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Muhammad Deni Saragih, mengusulkan peluang kerja sama melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut dinilai dapat memberikan kesempatan bagi aparatur sipil negara, tenaga honorer, maupun pegawai PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang masih berpendidikan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dengan waktu studi yang lebih efisien.
Menanggapi usulan tersebut, Dr. Fiki Pardede menjelaskan bahwa Universitas Insania belum dapat membuka program RPL karena masih terkendala persyaratan regulasi, termasuk usia institusi dan kewajiban memiliki akreditasi “Unggul”. Meski demikian, pihak universitas menyatakan siap memberikan kemudahan teknis perkuliahan bagi pegawai Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang ingin melanjutkan pendidikan pada masa mendatang.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk melanjutkan koordinasi teknis guna menyempurnakan poin-poin dalam draf MoU sebelum dilakukan penandatanganan resmi. (Supriadi Gugun).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi.


