Serdang Bedagai, Infojurnalis.com – Sekolah Rakyat resmi memulai operasional pada Tahun Ajaran 2026/2027 setelah PT. Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan fasilitas pendidikan tahap II di 20 wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat mulai menerima peserta didik baru bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Gedung-gedung yang sebelumnya masih dalam tahap pembangunan kini telah siap digunakan sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas pendukung.
Sekolah Rakyat yang dibangun PT. Nindya Karya tersebar di berbagai daerah, termasuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid dan rumah ibadah, gedung serbaguna, serta fasilitas penunjang lainnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian berada di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Sekolah Rakyat di daerah tersebut resmi mengawali kegiatan melalui pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang dibuka oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai pada Jumat (31/7/2026).
Sekolah Rakyat di Serdang Bedagai diharapkan mampu memperluas kesempatan memperoleh pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan konsep sekolah berasrama, program ini ditujukan untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan.
Selain di Serdang Bedagai, PT. Nindya Karya juga membangun Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padangsidimpuan, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tak hanya menyediakan ruang belajar, kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan. Berbagai fasilitas seperti ruang terbuka hijau, area olahraga, lapangan sepak bola berstandar FIFA, area serbaguna, hingga sistem pengelolaan lingkungan modern disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Dody.
Direktur Utama PT. Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menyampaikan dimulainya MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari rampungnya proses konstruksi, tetapi juga dari manfaat yang terus dirasakan oleh para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
Sebagai BUMN konstruksi yang dipercaya mengerjakan proyek Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, PT. Nindya Karya memastikan seluruh pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta penyelesaian sesuai jadwal.
Perusahaan juga memastikan seluruh fasilitas telah siap digunakan sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, PT. Nindya Karya menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan. Program ini diharapkan berkontribusi terhadap pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
PT. Nindya Karya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang General Contractor, Engineering, Procurement and Construction (EPC), serta investasi. Perseroan memiliki empat pilar bisnis utama, yaitu konstruksi, investasi, manufaktur, dan real estate management yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan. (Rasum).
Sumber: PT. Nindya Karya (Persero).


