Dairi, Infojurnalis.com — Pelatihan kopi regeneratif Dairi kembali digelar sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan kopi arabika di Kabupaten Dairi. Program ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Dairi dan Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS) yang telah berjalan sejak tahun 2022.
Kegiatan Training of Trainer (ToT) budidaya kopi regeneratif tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi di Aula DPKPP Dairi, pada Selasa–Rabu (19–20/05/2026). Peserta pelatihan terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis.
Program pelatihan ini menjadi langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani kopi arabika di Kabupaten Dairi. Fokus utama kerja sama ini adalah peningkatan produksi serta penguatan kapasitas petani di lapangan.
Kepala DPKPP Kabupaten Dairi Kesti Rusda Angkat, didampingi Kepala Bidang PPL Sukaedah Angkat, menyampaikan bahwa kerja sama dengan HRNS selama empat tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang positif.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara konsisten berdampak langsung pada peningkatan produksi kopi arabika di daerah tersebut.
“Kerja sama ini terkait program dukungan kepada petani dan peningkatan produksi kopi arabika di Kabupaten Dairi,” ujar Kesti usai kegiatan penutupan pelatihan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari tenaga ahli HRNS yang memiliki pengalaman dalam pengembangan budidaya kopi regeneratif. Para penyuluh dan tenaga teknis diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan kepada petani kopi.

Saat ini, jumlah petani kopi binaan HRNS di Kabupaten Dairi tercatat sekitar 3.500 orang. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan disebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas kopi arabika di wilayah tersebut.
Berdasarkan data DPKPP Dairi, produksi kopi arabika menunjukkan tren peningkatan dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2022, produksi tercatat sebesar 15.609,48 ton. Angka ini meningkat menjadi 18.677,57 ton pada 2023.
Peningkatan kembali terjadi pada 2024 dengan capaian 18.975,08 ton, dan terus naik menjadi 19.113,24 ton pada tahun 2025.
Pemerintah Kabupaten Dairi menilai kenaikan produksi tersebut sebagai hasil nyata dari sinergi antara pemerintah daerah dan HRNS dalam memperkuat sektor perkebunan kopi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. (Win).


