Tangerang Selatan, infojurnalis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pengelolaan kas negara kini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pergerakan ekonomi di luar belanja negara yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum di kampus Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Tangerang Selatan, Jumat (10/7/2026).
Pengelolaan kas negara menjadi fokus pemerintah karena belanja langsung melalui APBN hanya memberikan kontribusi sekitar 7 hingga 10 persen terhadap aktivitas perekonomian. Sementara itu, sekitar 90 persen roda ekonomi nasional digerakkan oleh sektor swasta sehingga dibutuhkan strategi lain untuk memperkuat likuiditas di pasar.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Keuangan menempatkan dana pemerintah yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia ke dalam sistem perbankan nasional. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus memperkuat jumlah uang inti tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.
Kebijakan penempatan dana tersebut diterapkan ketika aktivitas ekonomi domestik mengalami perlambatan pada Mei dan Juni 2026. Dengan likuiditas yang lebih kuat, perbankan diharapkan memiliki kapasitas lebih besar dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali meningkat.
Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menempatkan dana negara sebesar Rp400 triliun ke dalam sistem perbankan nasional. Dana tersebut diharapkan mampu memperkuat kondisi keuangan perbankan sekaligus meningkatkan kepercayaan bank dalam menyalurkan kredit usaha baru.
Pemerintah menilai penyaluran kredit yang lebih luas akan memberikan dorongan terhadap aktivitas bisnis masyarakat serta mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, pemerintah berkomitmen tidak hanya mengandalkan belanja APBN sebagai motor penggerak ekonomi. Pengelolaan kas negara yang lebih modern, efisien, dan terukur akan terus dioptimalkan sebagai instrumen fiskal untuk menjaga ketersediaan likuiditas di pasar keuangan dan mendukung kelancaran aktivitas dunia usaha. (Red/Rel).


