Serdang Bedagai, Infojurnalis.com – Pelantikan Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) periode 2026–2031 diwarnai penggalangan dana pembelian lahan untuk pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Sei Bamban. Dari kegiatan tersebut, dana sebesar Rp60 juta berhasil dihimpun untuk memenuhi kebutuhan pembelian lahan.
Pelantikan berlangsung di halaman Madrasah Al Washliyah Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (3/10/2026). Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, secara resmi melantik kepengurusan baru tersebut.
Ustadz Dauli Damanik dipercaya memimpin PD Al Washliyah Sergai periode 2026–2031. Ia didampingi Zainal Arifin sebagai sekretaris, Musriadi sebagai bendahara, serta jajaran pengurus lainnya.
Kekurangan Lahan Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Dedi Iskandar Batubara menyampaikan bahwa Al Washliyah Sergai kembali mengaktifkan Madrasah Aliyah Kejuruan pada 2026. Namun, upaya tersebut masih membutuhkan tambahan lahan agar persyaratan administratif pendirian madrasah dapat dipenuhi.
Saat ini, lahan yang telah tersedia melalui wakaf mencapai sekitar 1.600 meter persegi. Sementara itu, masih diperlukan tambahan lahan seluas 600 meter persegi untuk memenuhi ketentuan luas lahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Di sekitar lahan wakaf itu terdapat tanah seluas dua rante yang ditawarkan dengan harga Rp60 juta. Karena itu, Dedi mengajak para pengurus dan pihak terkait bergotong royong mengumpulkan dana agar pembelian lahan dapat segera diselesaikan.
Menurut Dedi, dukungan bersama dari lingkungan pendidikan Al Washliyah dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan.
Ia mencontohkan, apabila kepala sekolah dari ratusan sekolah Al Washliyah di Sumatera Utara ikut menyumbang Rp500 ribu per orang, pengumpulan dana untuk pembangunan sekolah dapat dilakukan secara bersama-sama.
Dana Rp60 Juta Berhasil Dihimpun
Penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian pelantikan tersebut langsung menghasilkan Rp52 juta. Kekurangan sebesar Rp8 juta kemudian dipenuhi oleh PW Al Washliyah Sumatera Utara sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp60 juta.
Dana tersebut ditujukan untuk pembelian lahan yang dibutuhkan bagi pengembangan Madrasah Aliyah Kejuruan Sei Bamban.
Dedi berharap kekurangan lahan dapat segera diselesaikan sehingga proses pengajuan persyaratan pendirian madrasah bisa dilanjutkan. Ketersediaan lahan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung keberlanjutan lembaga pendidikan tersebut.
Al Washliyah Diminta Utamakan Keikhlasan
Selain mendorong penguatan pendidikan, Dedi mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan amanah organisasi dengan ikhlas. Ia meminta agar kegiatan organisasi tidak dijadikan sarana untuk mencari keuntungan pribadi, mengejar jabatan, ataupun kepentingan politik menjelang pemilihan legislatif 2029.
Ia juga mengingatkan pengurus agar menjaga kekompakan dan tidak bersikap arogan dalam menjalankan kewenangan organisasi.
Menurut Dedi, organisasi telah memberikan kewenangan terkait penerbitan surat keputusan (SK) pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah untuk jenjang TK, SD, dan SMP. Kewenangan tersebut, katanya, harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan memilih kepala sekolah yang memiliki visi untuk membangun dan memajukan lembaga pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Dedi turut menyampaikan bahwa pada 2026 Al Washliyah Sumatera Utara akan menerima bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat untuk 131 madrasah, mulai dari jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Menurutnya, program tersebut masih dalam proses.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas pembinaan yang diberikan kepada Al Washliyah.
Madrasah Jadi Simbol Perjuangan Organisasi
Sebelumnya, Ketua PD Al Washliyah Sergai yang baru dilantik, Ustadz Dauli Damanik, menjelaskan alasan pihaknya memilih madrasah sebagai lokasi pelantikan.
Ia menegaskan, pemilihan tempat tersebut bukan karena keterbatasan kemampuan untuk menyewa gedung yang lebih mahal. Sebaliknya, keputusan itu merupakan bentuk penegasan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam perjuangan Al Washliyah.
Dauli mengatakan, melalui pelantikan di lingkungan madrasah, pengurus ingin melihat langsung kondisi lembaga pendidikan sekaligus memberikan perhatian kepada para siswa dan institusi pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, Wakil Bupati Adlin Tambunan, Kepala Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Rahmad Isnaini, Dedi Iskandar Batubara, Sekretaris PW Al Washliyah Sumatera Utara Alim Nur Nasution beserta jajaran, Majelis Pendidikan PD Al Washliyah Sergai Abdul Firman, serta pengurus dan kepala sekolah madrasah dari jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah.(Rasum).


