Bekasi – Longsor TPA Bantargebang kembali memakan korban jiwa. Hingga Senin (9/3/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang, Kota Bekasi, bertambah satu orang sehingga total korban menjadi empat orang.
Data tersebut disampaikan oleh BPBD Kota Bekasi berdasarkan pemutakhiran laporan terbaru dari lokasi kejadian. Selain korban meninggal, petugas juga mencatat empat orang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim penyelamat yang terus bekerja di area longsoran.
Operasi pencarian korban longsor Bantargebang melibatkan sekitar 336 personel gabungan dari berbagai instansi. Mereka terdiri dari tim Basarnas, TNI, Polri, BPBD DKI Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, PMI, serta relawan SAR.
Dalam proses pencarian, tim SAR juga menggunakan anjing pelacak (K9) serta bantuan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi longsor.
Petugas di lapangan masih terus melakukan penyisiran di area yang diduga menjadi titik tertimbunnya korban. Pencarian dilakukan berdasarkan hasil asesmen serta laporan saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Selain melakukan pencarian korban, BPBD Kota Bekasi juga telah mengaktifkan pos komando darurat untuk mendukung penanganan bencana tersebut.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi operasi penyelamatan sekaligus distribusi dukungan logistik, peralatan, serta kebutuhan operasional bagi tim SAR yang bertugas di lapangan.
Berdasarkan laporan resmi, lokasi longsor terjadi di Zona 4 TPA Bantargebang, tepatnya di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Insiden longsoran sampah tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian korban yang belum ditemukan serta memastikan penanganan darurat berjalan dengan aman dan terkoordinasi. (Red/Rel).
Sumber: BNPB RI


