Sungai Penuh, Infojurnalis.com – Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh kembali digelar setelah vakum selama hampir dua dekade. Tradisi adat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kota Sungai Penuh ini berlangsung meriah dan khidmat di Anjungan Utama Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026).
Kenduri Sko 6 Luhah dihadiri langsung Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Ny. Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kenduri Sko tahun 2026 mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2007. Setelah sekitar 19 tahun tidak digelar, tradisi tersebut kembali dihidupkan melalui kesepakatan dan musyawarah masyarakat adat.
Kenduri Sko merupakan hasil kehendak bersama anak batino dan anak jantan dari enam luhah di Kota Sungai Penuh. Kesepakatan tersebut lahir sebagai bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat yang menjadi warisan leluhur.
Wali Kota Alfin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pemangku adat, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan penyelenggaraan Kenduri Sko 6 Luhah.

Menurut Alfin, tradisi adat tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan menjaga identitas masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kota Sungai Penuh. Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang,” ujar Alfin.
Kenduri Sko 6 Luhah menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai adat masih hidup dan dijaga oleh masyarakat Kota Sungai Penuh. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mengenang warisan leluhur, tetapi juga mewariskannya kepada generasi penerus.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian prosesi adat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa beserta anggota, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Wakil Bupati Kerinci Murison, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Alpian, Rektor UNJA, Rektor IAIN Kerinci, staf ahli, para asisten, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua DWP Winda Rahayu, Ketua Lembaga Adat, ninik mamak, alim ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kota Sungai Penuh.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat menunjukkan besarnya dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi bagian penting dari jati diri Kota Sungai Penuh. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Sungai Penuh.


