Sekolah Lapang Iklim Hadir di Dairi, Petani Kopi Didorong Melek Teknologi Digital

Dairi, Infojurnalis.com – Sekolah Lapang Iklim (SLI) mulai diperkenalkan kepada masyarakat Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Program yang disosialisasikan Mercy Corps Indonesia melalui Program DIGITANI ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petani kopi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan dukungan teknologi digital.

Sekolah Lapang Iklim menjadi salah satu agenda yang diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kantor Desa Bangun, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Parbuluan Landong Napitu, Kepala Desa Bangun Japirin Sihotang, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.

Program DIGITANI merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Dairi dan Mercy Corps Indonesia dalam upaya memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas kopi yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di daerah tersebut.

Koordinator Program DIGITANI Mercy Corps Indonesia, Nurdianto, menjelaskan bahwa perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata bagi petani kopi. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu udara, hingga cuaca ekstrem berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen.

Menurut Nurdianto, perkembangan teknologi digital sebenarnya membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh informasi cuaca dan iklim secara real time. Namun, masih banyak petani yang menghadapi keterbatasan akses dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Karena itu, Program DIGITANI hadir untuk memberikan pembelajaran langsung kepada petani melalui berbagai metode yang mudah dipahami dan diterapkan di lapangan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim yang nantinya bekerja sama dengan BMKG.

Iklim

Nurdianto menyampaikan bahwa Program DIGITANI akan dilaksanakan di tiga desa sentra kopi di Kabupaten Dairi, yaitu Desa Lae Hole, Desa Bangun, dan Desa Pegagan Julu III. Program tersebut menargetkan sebanyak 300 petani sebagai penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten Dairi menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Dukungan diberikan melalui kehadiran Sekretaris Bappeda Dairi Lasma Samosir bersama Kabid Perkebunan DKPPP Doody S. Tumanggor, SP, Kabid IKP Diskominfo Iswan Togatorop, serta perwakilan BPBD.

Lasma Samosir menilai Program DIGITANI menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis. Ia berharap program ini dapat menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas pertanian.

Selain itu, Lasma berharap program tidak berhenti pada tiga desa sasaran saat ini saja. Menurutnya, program serupa perlu terus berlanjut dan diperluas ke kecamatan maupun desa lainnya di Kabupaten Dairi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak petani.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan Program DIGITANI. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak komoditas pertanian selain kopi.

Selain Sekolah Lapang Iklim, Program DIGITANI juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung lainnya. Di antaranya pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi keuangan digital, layanan keuangan digital, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi petani.

Melalui program ini, diharapkan petani kopi di Kabupaten Dairi semakin siap menghadapi perubahan iklim, mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, dan meningkatkan produktivitas usaha pertanian secara berkelanjutan. (Win).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news