Dairi, Infojurnalis.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga yang diwakili Wakil Ketua TP Posyandu Dairi Sri Dewi Wahyu Sagala menghadiri bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Posyandu Layanan Primer Tahun 2026 di Kecamatan Parbuluan, Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti TP Posyandu, camat, puskesmas, dan mitra kerja dalam upaya memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat melalui posyandu. Hadir dalam kegiatan itu Camat Parbuluan Landong Napitu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Simon Tonny Malau, serta Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik yang diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan Imelda Purba.
Ketua Tim Pembina Posyandu Dairi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sri Dewi Wahyu Sagala menyampaikan bahwa posyandu kini memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung enam layanan dasar masyarakat.
Enam layanan dasar tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), serta bidang sosial.
Posyandu Dairi disebut tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Sinergi antara Tim Penggerak PKK, camat, puskesmas, dan seluruh mitra kerja menjadi mutlak diperlukan agar seluruh warga dapat merasakan manfaat dari keenam layanan dasar tersebut secara merata,” ujar Sri Dewi saat membacakan sambutan Ketua TP Posyandu Dairi.
Posyandu layanan primer juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, pelayanan kesehatan primer diarahkan lebih fokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua TP Posyandu Dairi menjelaskan bahwa posyandu kini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Pelayanan diberikan mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
“Saat ini, wajah pelayanan kesehatan kita tengah mengalami transformasi besar. Posyandu tidak lagi hanya sekadar tempat menimbang bayi atau memberikan imunisasi, namun bertransformasi menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan kesehatan di sepanjang siklus hidup,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Imelda Purba yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Dairi mengatakan transformasi layanan primer menjadi fokus utama dalam pembangunan kesehatan saat ini.
Menurutnya, pendekatan pelayanan kesehatan kini tidak lagi hanya mengobati masyarakat yang sakit, tetapi lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.
Imelda juga menegaskan bahwa hadirnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam penguatan peran posyandu di desa.
Regulasi tersebut menempatkan posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu kini bertransformasi menjadi Posyandu Layanan Primer. Jika dulu kita bekerja secara terkotak-kotak, kini kita bergerak dalam satu kesatuan sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer berbasis siklus hidup, mulai dari janin hingga lansia,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kecamatan Parbuluan Juwita Landong Napitu, anggota TP PKK kabupaten dan desa, serta para kepala desa. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.


