Jakarta — Sinergi BNN–Santri Pasundan resmi diperkuat melalui audiensi strategis yang digelar di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (03/03/2026). Pertemuan ini menjadi langkah konkret memperkokoh ketahanan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menerima langsung kunjungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Santri Pasundan. Audiensi tersebut membahas penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam pertemuan itu, Kepala BNN RI menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Penyebarannya tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi telah merambah wilayah pedesaan hingga lingkungan pendidikan.
Ancaman narkotika terhadap generasi muda menjadi perhatian utama. Generasi muda dinilai sebagai kelompok paling rentan menjadi sasaran jaringan pengedar. Karena itu, penguatan ketahanan moral, spiritual, dan sosial sejak dini dianggap sebagai langkah penting agar generasi bangsa memiliki daya tangkal yang kuat.

Audiensi turut dihadiri Deputi Pencegahan BNN RI M. Zainul Muttaqien, Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Yuki Ruchimat, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Putu Putera Sadana. Dari pihak Santri Pasundan, hadir Dewan Pembina PP Santri Pasundan H.M. Yusuf Sahroni bersama jajaran pengurus.
Strategi komprehensif P4GN terus dikedepankan BNN melalui empat pendekatan utama. Pertama, pencegahan lewat edukasi dan sosialisasi. Kedua, penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika. Ketiga, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan. Keempat, pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis komunitas dan keagamaan.
DPP Santri Pasundan menyatakan komitmennya untuk mendukung program P4GN. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan pesantren dalam bentuk penyuluhan rutin, pelatihan kader anti narkoba, serta penyusunan materi edukasi berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.

Selain pencegahan, aspek pembinaan dan rehabilitasi juga menjadi fokus bersama. Upaya ini bertujuan agar korban penyalahgunaan narkotika dapat pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.
Kolaborasi BNN dan Santri Pasundan diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sinergi ini sekaligus menegaskan pentingnya peran lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika. (Red/Rel).
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.


